alexametrics

Menkeu Sebal Daerah Belum Serap DAU dengan Baik

loading...
Menkeu Sebal Daerah Belum Serap DAU dengan Baik
Menkeu Sri Mulyani memberikan sambutan untuk acara Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA 2019 di Jakarta, Senin (10/12/2018). Foto/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menyayangkan sejumlah daerah belum bisa menyerap anggaran Dana Alokasi Umum (DAU) secara maksimal. Hal itu ditegaskannya saat memberikan smabutan untuk acara Sosialisasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa TA 2019 di Jakarta, hari ini.

"Daerah siap kalau DAU mereka naik, tapi kalau turun mereka belum siap, hal ini perlu diperbaiki," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Dia mengatakan, serapan anggaran yang belum sesuai juga perlu dimaksimalkan oleh daerah, sehingga pembangunan infrastruktur dapat merata. Tanpa itu, tegas dia, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa terhambat.



"Harusnya DAU dinamis tapi daerah belum siap, lalu lapor ke Presiden terus lapor ke DPR akhirnya yoweslah kita bikin finalnya. Harusnya suatu negara yang memiliki daya tahan harus mampu melakukan adjusment secara dinamis. Kalau sedang boom kita harus bisa menapung dan kalau jatuh kita gunakan tabungan ini agar ekonomi tetap bisa tumbuh, itu esensi kebijakan fiskal," katanya.

Menkeu pun menyoroti penyerapan di sektor kesehatan dan pendidikan di daerah yang paling tak sesuai harapan. Hal itu berakibat kualitas sumber daya manusia secara keseluruhan belum meningkat. Padahal, tegas dia, kualitas SDM menjadi kunci dalam pembangunan ekonomi Indonesia.

"Anggaran pendidikan di daerah 20% itu belum tercapai, anggaran kesehatan juga belum tercapai. Ini perlu diredesain dan fokus alokasi SDM itu sangat penting," tandasnya.

Sri Mulyani menegaskan, APBN/APBD harus dirancang untuk mendukung kesejahteraan masyarakat yang semakin berkeadilan dengan pemerataan sosial yang mendorong pertumbuhan ekonomi.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak