alexametrics

BPS Klaim Jumlah Desa Tertinggal Menurun

loading...
BPS Klaim Jumlah Desa Tertinggal Menurun
Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil Pendataan Potensi Desa (Podes) yang terdiri dari 75.436 desa, 8.444 kelurahan, dan 51 UPT/SPT. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan hasil Pendataan Potensi Desa (Podes). Hal ini berdasarkan hasil Podes 2018, tercatat 83.931 wilayah administrasi pemerintahan setingkat desa yang terdiri dari 75.436 desa, 8.444 kelurahan, dan 51 UPT/SPT.

Podes juga mencatat sebanyak 7.232 kecamatan dan 514 kabupaten/kota. Indeks Pembangunan Desa (IPD) menunjukkan tingkat perkembangan desa dengan status tertinggal, berkembang, dan mandiri pun menurun.

"Hasil pengkategorian IPD menghasilkan desa tertinggal sebanyak 14.461 desa (19,17%), desa berkembang sebanyak 55.369 desa (73,40%) dan desa mandiri sebanyak 5.606 desa (7,43%)," tulis laporan tersebut yang diterima Sindonews di Jakarta, Senin (10/12/2018).



Dengan demikian, jumlah desa dengan status tertinggal mencapai 13.232 desa atau 17,96% dari total jumlah desa. Angka ini berkurang 6.518 desa atau 33% dibandingkan 2014 yang sebanyak 19.750 desa. Sementara untuk desa berkembang mengalami kenaikan 3.853 desa menjadi 54.879 desa. Selanjutnya desa mandiri juga mengalami meningkat sebanyak 2.665 desa menjadi 5.559 desa di tahun ini.

Selain itu Indeks Pembangunan Desa meningkat. Hal ini berdasarkan lima dimensi, yaitu Dimensi Pelayanan Dasar, Dimensi Kondisi Infrastruktur, Dimensi Transportasi, Dimensi Pelayanan Umum, dan Dimensi Penyelenggaraan Pemerintah Desa.

Pada tahun 2018, semua dimensi penyusun IPD mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan tahun 2014. Dimensi dengan kenaikan tertinggi adalah Penyelenggaraan Pemerintah Desa, yaitu sebesar 9,81 poin. Sementara dimensi dengan kenaikan terkecil adalah Pelayanan Dasar, yaitu sebesar 0,92 poin.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak