DPR AS Setujui Bantuan Perang ke Israel, Ukraina dan Taiwan Rp1.500 T

Minggu, 21 April 2024 - 09:58 WIB
loading...
DPR AS Setujui Bantuan...
DPR AS meloloskan paket bantuan keamanan untuk Israel, Ukraina dan Taiwan. FOTO/Reuters
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS meloloskan paket bantuan keamanan senilai USD95 miliar atau setara Rp1.500 triliun kepada Ukraina, Israel dan Taiwan meski kelompok garis keras Partai Republik menentang keras.

Legislasi ini sekarang diteruskan ke Senat yang mayoritas Demokrat, yang meloloskan langkah serupa lebih dari dua bulan yang lalu. Para pemimpin AS, mulai dari Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat hingga petinggi Senat dari Partai Republik, Mitch McConnell, mendesak Ketua DPR dari Partai Republik, Mike Johnson untuk mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) tersebut untuk pemungutan suara.

Baca Juga: Siapakah William Lai? Presiden Taiwan Terpilih yang Dibenci China

Senat akan mulai mempertimbangkan RUU yang disahkan DPR pada hari Selasa, dengan beberapa pemungutan suara awal pada sore harinya. Pengesahan akhir diperkirakan akan dilakukan minggu depan, yang akan membuka jalan bagi Biden untuk menandatanganinya menjadi undang-undang.

RUU ini menyediakan USD60,84 miliar untuk mengatasi konflik di Ukraina termasuk USD23 miliar untuk menambah persenjataan, persediaan dan fasilitas AS USD26 miliar untuk Israel termasuk USD9,1 miliar untuk kebutuhan kemanusiaan, dan USD8,12 miliar untuk Indo-Pasifik termasuk Taiwan.

Baca Juga: PM Israel Netanyahu Takut Ditangkap ICC, Minta Bantuan Inggris dan Jerman

Biden telah mendesak kongres sejak tahun lalu untuk menyetujui bantuan tambahan untuk Ukraina, mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Bantuan ini datang pada saat yang sangat mendesak, dengan Israel menghadapi serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dari Iran dan Ukraina di bawah bombardir yang terus menerus dari Rusia."

Mengutip Reuters, hasil pemungutan suara untuk meloloskan pendanaan Ukraina adalah 311-112. Secara signifikan, 112 anggota Partai Republik menentang legislasi tersebut dengan hanya 101 yang mendukung.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
Israel Lepas Ketergantungan...
Israel Lepas Ketergantungan Dolar AS, Menerima Rp5.193 Triliun Sejak PD II
Peluncuran BSPS 2026...
Peluncuran BSPS 2026 Jabar Awali Kolaborasi Strategis PKP, Pemprov, dan BJB
25.000 Paket Se’i...
25.000 Paket Se’i Ayam Disalurkan untuk Warga Pascabanjir di Aceh
Purbaya Sangkal Rupiah...
Purbaya Sangkal Rupiah Hancur Ditekan Perang, Depresiasi Hanya 0,3%
Data Inflasi AS Stabil...
Data Inflasi AS Stabil di 2,4%, Pasar Kripto Cermati Arah Kebijakan The Fed
Tiru Israel, Taiwan...
Tiru Israel, Taiwan Gunakan AI untuk Rekrut Informan dan Whistleblower China
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
Rekomendasi
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
UNCLOS 82, Strategi...
UNCLOS 82, Strategi Sea Denial Melawan AT Mahan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Berita Terkini
Bocoran Isi Kesepakatan...
Bocoran Isi Kesepakatan AS-Iran: Barter Minyak, Aset Triliunan, hingga Senjata Nuklir
Pendaftaran Program...
Pendaftaran Program Magang ke Jepang Dibuka Kemnaker, Begini Caranya
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Anomali Tiket Pesawat:...
Anomali Tiket Pesawat: Penerbangan Domestik Dipungut PPN, ke Luar Negeri Bebas Pajak
Menakar Efek Domino...
Menakar Efek Domino Pertamax Rp16.250: Waspada Ancaman Inflasi
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved