alexametrics

Kemendag Terus Revitalisasi Pasar Tradisional

loading...
Kemendag Terus Revitalisasi Pasar Tradisional
Kementerian Perdagangan menegaskan komitmen pemerintah untuk merevitalisasi pasar-pasar tradisional di seluruh Indonesia. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) terus berkomitmen dalam merevitalisasi pasar tradisional. Salah satunya kondisi Pasar Pariaman yang saat ini perlu direvitalisasi.

"Kondisi Pasar Pariaman saat ini sudah tidak layak. Kondisi ini juga disebabkan akibat gempa yang terjadi pada tahun 2009. Untuk itu, Kemendag akan mengirim surat permohonan kepada Presiden Joko Widodo untuk mengalokasikan anggaran guna merevitalisasi Pasar Pariaman," ujar Mendag di Jakarta, Jumat (14/12/2018).

Menurut Mendag, Pasar Pariaman direncanakan dapat direvitalisasi pada tahun 2019. Revitalisasi pasar akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.



Pasar Pariaman terletak di tengah Kota Pariaman, Kecamatan Pariaman Tengah. Pasar ini merupakan pasar utama dan terbesar di Kota Pariaman yang menjual komoditas primer kebutuhan bahan pokok sehari-hari bagi keperluan penduduk setempat. Pasar yang berada di atas lahan seluas 4.546 m2 dengan luas bangunan 4.500 m2 ini menampung 265 pedagang.

Sementara itu, hasil pantauan harga bahan pokok di Pasar Pariaman menunjukkan harga stabil dan pasokan menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 cukup.

Harga beras lokal terpantau sebesar Rp10.500/kg; gula pasir Rp11.000-Rp12.000/kg; minyak goreng curah Rp8.100/liter; daging sapi Rp130.000/kg; daging ayam Rp24.000/kg; telur ayam ras Rp21.000/kg. Sedangkan cabai merah keriting Rp35.000/kg; bawang merah Rp28.000-Rp30.000/kg, dan bawang putih Rp16.000-Rp18.000/kg.

Harga gula pasir, minyak goreng curah, bawang merah, daging ayam, dan telur ayam dijual dengan harga di bawah atau sama dengan HET dan harga acuan. Sedangkan, komoditas yang harganya naik yaitu cabai merah keriting. Kenaikan disebabkan oleh putusnya jembatan antara Padang Panjang dan Pariaman, sehingga pasokan cabai di Pariaman tidak bisa ditambahkan dari Padang Panjang.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak