alexametrics

Tembus USD2,05 M, Defisit Neraca Dagang November Terparah Lima Tahun

loading...
Tembus USD2,05 M, Defisit Neraca Dagang November Terparah Lima Tahun
Defisit neraca perdagangan Indonesia periode November 2018 yang mencapai USD2,05 miliar menjadi yang terparah sepanjang tahun ini dan dalam lima tahun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Defisit neraca perdagangan Indonesia periode November 2018 yang mencapai USD2,05 miliar menjadi yang terparah sepanjang tahun ini dan dalam lima tahun terakhir. Direktur Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Anggoro Dwitjahyono mengungkapkan, kondisi defisit neraca perdagangan periode November tidak jauh berbeda dengan Juli 2013, dimana pada periode tersebut defisit mencapai USD2,03 miliar.
(Baca Juga: Merosot, Neraca Perdagangan RI November 2018 Defisit USD2,05 Miliar)
Hal ini terjadi lantaran laju impor yang jauh lebih cepat ketimbang laju ekspor. "Ini defisit yang terdalam memang sepanjang tahun ini, cukup besar. Kalau dibandingkan Juli 2013, iya beda sedikit," ujarnya di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/12/2018).

Kepala BPS Suhariyanto sebelumnya menyebutkan, pada November 2018 ekspor Indonesia mengalami penurunan dibanding Oktober 2018. Dimana pada November 2018, realisasi ekspor Indonesia adalah USD14,83 miliar atau menurun sebesar 6,69% dibanding Oktober 2018.

Sementara itu, impor Indonesia pada periode November 2018 juga mengalami penurunan sebesar 4,47% dibanding Oktober 2018. Pada November 2018, impor Indonesia mencapai USD16,88 miliar. "Pada November nilai impor USD16,88 miliar. Kalau dibanding Oktober 2018 turun 4,47%," imbuh dia.



Secara kumulatif, lanjut pria yang akrab disapa Kecuk ini, neraca perdagangan Indonesia dari Januari hingga November 2018 mengalami defisit USD7,52 miliar. Penyebabnya adalah karena defisit neraca perdagangan migas sebesar USD12,21 miliar, sedangkan neraca perdagangan nonmigas masih surplus USD4,6 miliar.

"Jadi bisa dilihat pergerakan defisitnya. Tentu kita berharap kedepan bisa menggenjot ekspor dan mengendalikan impor menjadi lebih berhasil. Sehingga kedepan neraca perdagangan kita kedepan kembali akan surplus," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak