alexametrics

Era Digital Bikin Pemasaran Produk Tak Ada Batasan

loading...
Era Digital Bikin Pemasaran Produk Tak Ada Batasan
Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) menyatakan, pemasaran produk dan jasa mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman di era digital. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) menyatakan, pemasaran produk dan jasa mau tidak mau harus mengikuti perkembangan zaman. Era digital saat ini membuat tidak ada batasan lagi dalam memasarkan produk dan jasa.
(Baca Juga: Iwapi Siapkan UMKM Hadapi Industri 4.0)
Ketua Umum DPP Iwapi Nita Yudi mengatakan, ada produk dan jasa yang akan tergerus dan mati di era digitalisasi. Namun di sisi lain akan tumbuh bisnis dan pekerjaan lain yang juga memberi harapan dan kesempatan kerja bagi banyak orang. "Kompetensi dan jaminan sosial yang adil adalah dua hal yang akan mampu membawa UMKM bersaing di pasar domestik dan global," ujarnya di Jakarta, Selasa, (20/12/2018).

Menurut Nita, pengurus IWAPI sebagai pimpinan perusahaan dituntut untuk menyesuaikan diri dengan era digital. Dimana adanya robot pintar dengan artificial intelligent dan berbagai aplikasi smartphone selain banyak membantu juga mengancam existensi tenaga kerja. "Pekerja zaman now yang disebut dengan generasi milenial memerlukan penanganan khusus," terang dia.

Menurutnya, pemimpin harus dibekali dengan pemahaman mengenai teknologi dan mampu memanfaatkan teknologi. Selain itu, mampu menciptakan budaya kerja yang dinamis dan produktif, menyenangkan, terbuka dan tidak membosankan.



"Pemimpin harus bertindak sebagai mentor, sahabat dan leader dengan cara pandang yang inklusif. Cara pandang yang mampu menempatkan dan memasuki pikiran orang lain dengan berbagai perbedaannya, dimana para generasi milenial didengarkan pendapatnya dan diberi kesempatan serta dipercaya dalam melaksanakan tugasnya," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak