alexametrics

Pemkot Salatiga Minta Kuota LPG 3 Kg Ditambah 296.149 Tabung

loading...
Pemkot Salatiga Minta Kuota LPG 3 Kg Ditambah 296.149 Tabung
Pasokan LPG 3 kilogram. Foto/SINDOnews
A+ A-
SALATIGA - Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga, Jawa Tengah mengajukan usulan kuota LPG 3 kg 2019 sebanyak 3.257.639 tabung kepada PT Pertamina (Persero). Usulan kuota 2019 tersebut meningkat 10% atau sebanyak 296.149 dari kuota 2018 2.961.487 tabung.

Plt. Kepala Dinas Perdagangan Kota Salatiga, Ardiyantara, mengatakan usulan kuota LPG 3 kg tersebut disesuaikan dengan pertumbuhan penduduk. Selain itu, juga didasarkan pada kebutuhan masyarakat dan perkiraan peningkatan permintaan konsumen pada momen tertentu seperti Ramadan, Lebaran, Natal dan lainnya.

"Dalam usulan kuota LPG 2019, kami mengajukan penambahan sebanyak 10% dari kuota 2018. Ini menyesuaikan angka pertumbuhan penduduk," katanya, Kamis (20/12/2018).



Ardiyantara mengungkapkan, meski usulan kuota LPG 3 kg 2019 meningkat dari kuota 2018, namun Dinas Perdagangan akan memperketat distribusi LPG bersubsidi tersebut ke masyarakat. Ini dilakukan agar distribusi tepat sasaran, karena peruntukannya hanya untuk warga miskin.

Menurut dia, Pemkot Salatiga telah membuat terobosan untuk membenahi distribusi agar penyaluran LPG 3 kg tepat sasaran. Antara lain, mengimbau kepada semua aparatur sipil negera (ASN) Pemkot Salatiga dan masyarakat kalangan ekonomi menengah ke atas untuk menggunakan gas elpiji non subsidi.

Selain itu, Dinas Perdagangan juga telah membuat surat edaran kepada agen agar menjual LPG 3 kg kepada yang berhak membeli saja, yakni warga miskin dan pelaku usaha mikro kecil.

"Jadi masyarakat mampu dan usaha menengah ke atas, kami minta untuk tidak menggunakan LPG 3 kg dan beralih ke bright gas 5,5 kg atau LPG 12 kg. Sebab LPG 3 kg peruntukannya hanya untuk masyarakat miskin," pungkasnya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak