Disukai Anak Muda, Transaksi QRIS BRI di Warung Mujimin Lebih Praktis
Rabu, 24 April 2024 - 10:20 WIB
loading...
A
A
A
“Saya memang belum lama pakai QRIS di toko karena rata-rata nasabah BRIlink lebih banyak mengirim uang dengan transfer. Tapi sebagai bentuk pelayanan ke nasabah, saya tetap menyediakan sistem pembayaran dengan QRIS,” tutur Mujimin ketika berbincang dengan SINDOnews belum lama ini.
Mujimin menyebut, pengguna QRIS BRI di warungnya lebih banyak dari kalangan anak muda yang biasanya digunakan untuk menarik tunai dan sesekali untuk membeli rokok. “Kebanyakan yang pakai QRIS anak muda untuk ambil uang tunai,” tambah pria yang sudah menjadi Agen BRILink sejak 2018 ini.
Mujimin menambahkan, meski dari jumlah pemakai QRIS di warungnya terbilang sedikit tetapi dari pengakuan sejumlah pelanggan QRIS dinilai sangat dibutuhkan sebagai alternative alat pembayaran. Secara konkrit membayar dengan QRIS BRI dianggap lebih ptaktis karena tidak perlu membawa uang cash. “Dari pengakuan beberapa pelanggan, pakai QRIS ebih praktis tidak perlu bawa bawa uang tunai,” sebut Mujimin
Mujimin berharap, jumlah pengguna QRIS BRI di tempat ke depan bisa bertambah, Terlebih tahun depan dirinya berniat membuka toko kelontong yang berjual berbagai kebutuhan pokok. Dengan menyediakan QRIS, maka nantinya para pembeli di toko kelontongnya diharapkan bisa memiliki pilihan sistem pembayaran ketika berbelanja, mau menggunakan uang cash atau pakai QRIS.
Deni salah satu pengguna QRIS di warung Mujimin menuturkan, dirinya selama ini terbilang jarang berbelanja di warung Mujimin dengan menggunakan QRIS BRI. Meski demikian, dia menganggap bertransaksi dengan QRIS lebih mudah. Terlebih sebagai nasabah BRI dirinya juga sudah memiliki aplikasi BRIMo yang memudahkan dirinya melakukan pembayaran dengan QRIS.
”Jadi saat tidak bawa uang tunai atau jumlah uang cashnya kurang, saya biasanya pakai QRIS, “ ujar pemuda berusia 23 tahun.
Mujimin menyebut, pengguna QRIS BRI di warungnya lebih banyak dari kalangan anak muda yang biasanya digunakan untuk menarik tunai dan sesekali untuk membeli rokok. “Kebanyakan yang pakai QRIS anak muda untuk ambil uang tunai,” tambah pria yang sudah menjadi Agen BRILink sejak 2018 ini.
Mujimin menambahkan, meski dari jumlah pemakai QRIS di warungnya terbilang sedikit tetapi dari pengakuan sejumlah pelanggan QRIS dinilai sangat dibutuhkan sebagai alternative alat pembayaran. Secara konkrit membayar dengan QRIS BRI dianggap lebih ptaktis karena tidak perlu membawa uang cash. “Dari pengakuan beberapa pelanggan, pakai QRIS ebih praktis tidak perlu bawa bawa uang tunai,” sebut Mujimin
Mujimin berharap, jumlah pengguna QRIS BRI di tempat ke depan bisa bertambah, Terlebih tahun depan dirinya berniat membuka toko kelontong yang berjual berbagai kebutuhan pokok. Dengan menyediakan QRIS, maka nantinya para pembeli di toko kelontongnya diharapkan bisa memiliki pilihan sistem pembayaran ketika berbelanja, mau menggunakan uang cash atau pakai QRIS.
Deni salah satu pengguna QRIS di warung Mujimin menuturkan, dirinya selama ini terbilang jarang berbelanja di warung Mujimin dengan menggunakan QRIS BRI. Meski demikian, dia menganggap bertransaksi dengan QRIS lebih mudah. Terlebih sebagai nasabah BRI dirinya juga sudah memiliki aplikasi BRIMo yang memudahkan dirinya melakukan pembayaran dengan QRIS.
”Jadi saat tidak bawa uang tunai atau jumlah uang cashnya kurang, saya biasanya pakai QRIS, “ ujar pemuda berusia 23 tahun.
Lihat Juga :