alexametrics

Wajah Pegadaian Surabaya Berubah Lewat The Gade Coffee & Gold

loading...
Wajah Pegadaian Surabaya Berubah Lewat The Gade Coffee & Gold
Direktur Utama PT Pegadaian (Persero), Sunarso (tengah), meracik kopi saat peluncuran The Gade Coffee & Gold di Kantor PT Pegadaian (Persero), Surabaya,Jumat (21/12/2018) malam. Foto/SINDONews/Ali Masduki
A+ A-
SURABAYA - Wajah kantor PT Pegadaian (Persero) Kanwil XII, di Jl Dinoyo Surabaya, semakin segar. Tepat di depan pintu utama kantor sudah dibuka The Gade Coffee & Gold yang siap menyambut nasabah, maupun masyarakat yang sekedar ingin bersantai.

Hadir dengan konsep urban lifestyle yang dipadupadankan dengan nuansa coffeeshop, The Gade Coffee & Gold menyediakan beragam kopi nusantara. saat menikmati kopi, pengunjung bisa bersantai didalam ruang ber-AC maupun dibawah kursi berpayung di luar coffee shop.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Sunarso mengatakan, The Gade Coffee & Gold merupakan upaya Pegadaian untuk terus melakukan inovasi dan transformasi mengikuti perkembangan zaman. Secara bertahap, cabang-cabang dan outlet Pegadaian diseluruh tanah air akan disegarkan dengan The Gade Coffee & Gold.



"Kami sadar bahwa lingkungan berubah, maka Pegadaian siap berubah," katanya saat peluncuran The Gade Coffee & Gold di Kantor PT Pegadaian (Persero), di Surabaya, Jawa Timur.

The Gade Coffee ini, kata Sunarso adalah untuk merubah anggapan masyarakat bahwa Pegadaian tempat orang kepepet dan kuno. Hadirnya coffee ini juga sebagai jembatan pelayanan kepada generasi millenial.

"Inilah alasan kenapa pegadaian sebagai perusahaan pembiayaan kok buka coffee," tuturnya. Sejak dimunculkannya ide pembuatan coffe pada April 2018, The Gade Coffee & Gold di kota Surabaya ini menjadi coffe yang ke-22.

Sunarso menambahkan, hingga Nopember PT Pegadaian (Persero) memiliki catatan positif. Diusia yang ke-117 tahun ini, kondisi keuangan pegadaian masih sehat. "Itu tercermin dari pertumbuhan aset yang baik," ucapnya.

Saat ini, lanjut dia, aset perusahaan pembiayaan plat merah sudah mencapai angka Rp52,2 triliun. Aset tersebut disalurkan dalam bentuk pembiayan yang didominasi pada segmen mikro mencapai 40,3 triliun dengan MPL 1,7% dan netto 0,4%.

"Untuk ukuran mikro, itu kualitas pembiayaan yang sangat-sangat sehat, makanya bisa menghasilkan laba baik. Sampai 10 bulan kita berhasil membukukan laba 2,5 triliun," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak