alexametrics

Kementan Targetkan Bali Bebas dari Rabies dan Jembrana

loading...
Kementan Targetkan Bali Bebas dari Rabies dan Jembrana
Kementan menargetkan Bali terbebas dari penyakit rabies dan jembrana. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Untuk mencapai target tersebut, I Ketut Diarmita menginstruksikan kepada BBVet Denpasar terus meningkatkan pelayanan kerjanya kepada masyarakat, khususnya dalam pengendalian dan pemberantasan penyakit hewan di wilayah kerjanya. "Jika ini berhasil, maka ini menjadi capaian luar biasa yang membanggakan bagi kita semua," tegasnya.

Kepala Balai Besar Veteriner I Wayan Masa Tenaya mengatakan, pihaknya terus menerus berupaya untuk meningkatkan inovasi dalam memberikan pelayanan publik. Ia jelaskan bahwa BBVet Denpasar secara tugas dan fungsinya yaitu memberikan pelayanan publik yang diberikan yakni diagnosa penyakit hewan, pengawasan (surveilans), monitoring, investigasi dan pelayanan jasa pengujian laboratorium.

"’Wilayah pelayanan BBVet Denpasar meliputi Bali, NTB dan NTT dan sebagai laboratorium rujukan nasional penyakit ngorok (SE) dan Jembrana pada sapi," terangnya.



Ia menyadari bahwa kinerja UPTnya secara langsung berdampak terhadap keamanan pariwisata di Bali, terutama terkait dengan status kesehatan hewan di wilayah tersebut. Saat ini BBVet telah berhasil membebaskan penyakit Brucellosis dan Rabies di NTB, serta Brucellosis di NTT dan pengendalian penyakit Avian Influenza.

Untuk penyakit Jembrana, kata dia, sudah lebih dari lima tahun ini tidak ditemui kasus di Bali. Ia sebutkan, jika UPT-nya telah memeriksa 55.000 sampel pada tahun ini dalam pembebasan penyakit Jembrana. Dari 55.000 sampel tersebut hanya 13 yang positif PCR.

"Ini sangat kecil sekali angkanya, dan telah kita culling, artinya penyakit Jembrana ini sudah tidak ada masalah secara klinis, kita akan melangkah pada tahap selanjutnya untuk mendapatkan pengakuan dari lembaga internasional," ungkap Masa Tenaya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak