alexametrics

Pelni Siapkan Kapal Angkut Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda

loading...
Pelni Siapkan Kapal Angkut Bantuan Korban Tsunami Selat Sunda
KM Sabuk Nusantara yang dikerahkan PT Pelni (Persero) untuk mengangkut bantuan kemanusiaan bagi korban tsunami Selat Sunda. Foto/Ist
A+ A-
JAKARTA - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero) atau Pelni mendapat penugasan dari Kementerian Perhubungan untuk menyelenggarakan angkutan bantuan kemanusiaan bagi korban tsunami Selat Sunda dengan KM Sabuk Nusantara 66.

Kapal angku tersebut berangkat sejak Selasa (25/12) pukul 21.00 WIB dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta menuju Pulau Sebesi.

Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Ridwan Mandaliko mengatakan, warga Jabodetabek dan sekitarnya, BUMN, instansi pemerintah serta berbagai perkumpulan dapat memanfaatkan KM. Sabuk Nusantara 66 untuk mengirimkan bantuan dari Pelabuhan Sunda Kelapa, Jakarta. Kapal memuat bantuan di Pelabuhan Sunda Kelapa.



"KM Sabuk Nusantara 66 mendapat amanah khusus untuk mengangkut bantuan bagi korban tsunami Selat Sunda," terang Ridwan dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (26/12/2018).

Peristiwa bencana tsunami yang terjadi di perairan Selat Sunda pada Minggu (23/12) telah menimbulkan kerusakan dan kerugian bagi masyarakat disekitar Tanjung Lesung, Banten, dan Lampung Selatan. Peristiwa tersebut juga menimbulkan banyak korban jiwa.

Sebagai bentuk dukungan kepada korban bencana, Pelni menyalurkan berbagai jenis bantuan berupa sembako, selimut, dan kebutuhan sandang lainnya kepada Krakatau Steel sebagai koordinator penyaluran bantuan BUMN bagi korban bencana tsunami di wiliayah Provinsi Banten.

Pelni, instansi pemerintah, dan BUMN lainnya ikut berpartisipasi dalam menyalurkan bantuan. Hal ini, kata Ridwan, membuktikan bahwa BUMN senantiasa berada di garis depan dalam keadaan darurat.

Sebagai informasi, KM Sabuk Nusantara 66 adalah kapal Perintis negara yang dioperasikan Pelni dengan trayek Sunda Kelapa-Untung jawa-Tidung-Pramuka-Pulau Kelapa-Sebira PP.

Ridwan melanjutkan penyediaan angkutan bantuan kemanusiaan ini sebagai wujud "BUMN Hadir Untuk Negeri" dan kepedulian Pelni sebagai BUMN transportasi laut yang dapat mengantarkan bantuan kemanusiaan dalam kondisi darurat. Hal ini sesuai penugasan dari Kementerian BUMN dan Kementerian Perhubungan.

"Untuk pengiriman bantuan kemanusiaan saat ini hanya berlaku dari Pelabuhan Sunda Kelapa dengan KM Sabuk Nusantara 66 tanggal 25 Desember 2018 saja. Selain tanggal tersebut, apabila memang kami mendapatkan penugasan kembali, maka dengan senang hati akan laksanakan," tegas Ridwan.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak