alexametrics

10 Pengusaha yang Untung dan Buntung di 2018

loading...
10 Pengusaha yang Untung dan Buntung di 2018
Kiri-kanan: Amancio Ortega, Tadashi Yanai, Mark Zuckerberg, Elon Musk, Bill Gates dan Jeff Bezos. Foto/Forbes
A+ A-
NEW YORK - Tahun 2018 menjadi tahun penuh gejolak bagi kebanyakan investor di seluruh dunia, karena pasar saham terguncang oleh berlarut-larutnya masalah Brexit hingga ketegangan dagang Amerika Serikat dan Republik Rakyat China yang menyita perhatian dunia.

Ketidakpastian global membuat banyak kekayaan para miliarder menyusut. Paling tekor adalah CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dimana tahun 2018 menjadi tahun kelabu bagi bisnis Facebook, akibat skandal internal dan masalah "hoax" yang merusak nama mereka. Zuckerberg menjadi satu-satunya warga AS diantara 10 miliarder pecundang terbesar di 2018, dimana setengahnya berasal dari Asia.

Disaat beberapa kekayaan miliarder menurun, tentu ada yang naik (dihitung berdasarkan besarnya keuntungan yang diperoleh). Bill Gates dan Steve Ballmer mengalami hari-hari menyenangkan di 2018, berkat harha saham Microsoft yang lebih tinggi. Kekayaan keduanya digabung naik USD6,3 miliar atau setara Rp91,94 triliun (kurs Rp14.594 per USD).



Kenaikan harga minyak dan gas bumi di awal hingga pertengahan 2018 menambah pundi-pundi juragan minyak Rusia. Namun pemenang terbesar tahun ini adalah pendiri dan CEO Amazon, Jeff Bezos yang kekayaannya naik USD27,9 miliar sepanjang 29 Desember 2017 hingga 17 Desember 2018. Sehingga kekayaan Bezos menjadi USD126,2 miliar.

Melansir dari Forbes, akhir Desember ini, bahkan kekayaan Bezos sempat menyentuh level USD167 miliar pada awal September 2018. Secara keseluruhan, 10 miliarder yang paling untung besar di 2018, kekayaan bertambah USD64 miliar. Dan kekayaan 10 orang ini bila digabung mencapai USD204 miliar alias Rp2.977 triliun!

Berikut 10 miliarder yang paling untung di 2018 versi Forbes:
1. Jeff Bezos (54 tahun, Amerika Serikat)
Untung: USD27,9 miliar
Kekayaan bersih: USD126,2 miliar
Bisnis Amazon tidak hanya di Amerika Serikat, pada 2018 ini, bisnis mereka berekspansi ke pasar negara berkembang seperti Turki dan India. Di kedua negara ini, Amazon mencatat rekor laba sehingga saham mereka pun melonjak. Dan puncak tertingginya pada September, yang mengerek kekayaan Bezos hingga USD167 miliar. Setelah itu, laju saham Amazon menurun seiring melesunya penjualan. Namun dibanding tahun lalu, saham mereka telah naik 30%.

2. Tadashi Yanai (69 tahun, Jepang)
Untung: USD7 miliar
Kekayaan bersih: USD27,1 miliar
Nama Tadashi Yanai mungkin tidak akrab di telinga masyarakat Indonesia, namun jika mendengar nama produknya, Uniqlo, Anda tidak asing lagi. Produk fashion dengan gaya kekinian dan harga terjangkau dompet generasi milenial, membuat penjualan Uniqlo naik sepertiga sejak Desember 2017. Di tahun fiskal 2018 yang berakhir Agustus lalu, untuk pertama kalinya penjualan internasional Uniqlo melebihi penjualan domestik alias di negara asalnya, Jepang.

3. Vagit Alekperov (68 tahun, Rusia)
Untung: USD4,6 miliar
Kekayaan bersih: USD19,5 miliar
Lukoil, dimana Alekperov bertindak sebagai CEO, melaporkan lonjakan tajam keuntungan perusahaan sepanjang tahun 2018 berkat kenaikan harga minyak dan gas bumi. Hal ini ditambah dengan selisih kurs akibat melemahnya nilai tukar rubel Rusia terhadap dolar AS. Saham Lukoil juga naik 29% sejak tahun lalu.

4. Rupert Murdoch (87 tahun, Amerika Serikat)
Untung: USD4,6 miliar
Kekayaan bersih: USD19,3 miliar
Pada 2017 kemarin, saham Murdoch's News Corp hancur hingga 26%. Namun bukan berarti si raja media dan jaringan televisi ini tidak punya andalan lain. Bisnis perfilman untung besar, berkat jaringan 21st Century Fox, dimana sahamnya melonjak hingga 42%. Dan mereka akan merger dengan Disney, dimana pernikahan kedua industri film ini akan rampung pada semester I-2019.

5. Leonid Mikhelson (63 tahun, Rusia)
Untung: USD4 miliar
Kekayaan bersih: USD21,4 miliar
Kenaikan harga minyak dunia di 2018 telah mendongkrak saham Novatek, salah satu produsen gas alam dan minyak mentah swasta terbesar di Rusia. Saham mereka meningkat drastis hingga 65%. Mikhelson sendiri memiliki 25% saham di Novatek dan menjadi mayoritas, dimana ia bertindak sebagai ketua dewan manajemen.

6. Gennady Timchenko (66 tahun, Rusia)
Untung: USD3,8 miliar
Kekayaan bersih: USD18,9 miliar
Timchenko dikenal sebagai sahabat dekat Presiden Rusia, Vladimir Putin. Ia memiliki 23% saham di Novatek dan 17% saham di perusahaan petrokimia swasta, Sibur. Dan kekayaannya bertambah berkat kenaikan harga minyak dunia.

7. Steve Ballmer (62 tahun, Amerika Serikat)
Untung: USD3,4 miliar
Kekayaan bersih: USD40,7 miliar
Ballmer merupakan CEO Microsoft dari tahun 2000 hingga 2014. Ia memiliki saham yang signifikan di perusahaan tersebut. Ekspansi Microsoft ke layanan cloud komersial membuat pertumbuhan pendapatan perusahaan naik dua digit. Saham Microsoft pun naik 20% di sepanjang 2018 yang menambah tebal rekening Ballmer.

8. Mukesh Ambani (61 tahun, India)
Untung: USD3 miliar
Kekayaan bersih: USD44,4 miliar
Awal Desember, Mukesh baru saja menggelar pesta pernikahan puterinya, Isha Ambani, yang disebut-sebut menjadi pernikahan termahal di dunia, dimana banyak selebritas dan pejabat dunia hadir di sana. Orang terkaya di India ini memiliki tahun luar biasa di 2018, berkat layanan broadband 4G yang telah menarik lebih dari 250 juta pelanggan sejak diluncurkan pada 2016. Saham Reliance Industries pun naik 23% dalam setahun terakhir.

9. Bill Gates (63 tahun, Amerika Serikat)
Untung: USD2,9 miliar
Kekayaan bersih: USD93,9 miliar
Menjadi pengusaha terkaya di dunia selama 24 tahun, sebelum takhtanya digulingkan oleh Bezos di awal tahun ini. Meski telah mengundurkan diri sebagai Ketua Microsoft sejak empat tahun lalu, namun kepemilikan sahamnya di Microsoft dan keuntungan bisnis perusahaan besutannya telah menambah kantong Gates di 2018 ini.

10. Elon Musk (47 tahun, Amerika Serikat)
Untung: USD2,8 miliar
Kekayaan bersih: USD22,5 miliar
Tahun 2018 menjadi tahun penuh warna bagi Musk, mulai soal twitternya hingga kasus menghisap ganja di acara stasiun radio. Kekayaan Musk bertambah berkat kenaikan harga saham Tesla, dimana penjualan mobil listrik Model 3 ini sangat populer dan ditambah peningkatan nilai perushaan dirgantara swasta, SpaceX, dimana Musk adalah pemegang saham mayoritas.

Ini 10 miliarder yang rugi di tahun 2018:
1. Mark Zuckerberg (34 tahun, Amerika Serikat)
Rugi: USD18,7 miliar
Kekayaan bersih: USD52,5 miliar
Sehari usai Facebook melaporkan hasil kuartal II-2018 yang mengecewakan pada bulan Juli, saham perusahaan anjlok hingga 19%, menggerus kekayaan Zuckerberg hingga USD15,4 miliar.

2. Amancio Ortega (82 tahun, Spanyol)
Rugi: USD16,2 miliar
Kekayaan bersih: USD59,6 miliar
Melambatnya penjualan pakaian dari Inditex, perusahaan yang didirikan Ortega pada 1975, dengan brand kenamaan Zara, Massimo Dutti dan Pull & Bear. Laporan penjualan yang suram membuat harga saham Inditex turun sepanjang tahun 2018.

3. Georg Schaeffler (54 tahun, Jerman)
Rugi: USD14 miliar
Kekayaan bersih: USD12,4 miliar
Georg mewarisi usahanya dari sang ibu, yaitu Schaeffler Auto, perusahaan ban dan suku cadang mobil yang bermarkas di Jerman. Masalah sengketa perdagangan yang membuat penjualan mobil di Eropa dan China melambat, berdampak kepada produsen. Di November lalu, Continental mengumumkan penjualan yang turun drastis, di bawah 1% pada 2018 berbanding 8,5% pada 2017. Hal ini membuat harga saham perusahaan jatuh sampai 46% selama setahun terakhir.

4. Ma Huateng (47 tahun, China)
Rugi: USD10,1 miliar
Kekayaan bersih: USD35,1 miliar
Tahun ini merupakan tahun berat bagi raksasa internet asal China, Tencent. Saham perusahaan jatuh lebih dari 25% dan menurunnya laba pada kuartalan. Melengserkan Ma Huateng dari orang terkaya di Republik Rakyat China. Untuk memperbaiki kerugian di tahun mendatang, pada pertengahan Desember ini, Tencent mendaftarkan anak usaha bidang streaming musik, Tencent Music Entertainment di bursa saham New York.

5. Carlos Slim HelĂș (78 tahun, Meksiko)
Rugi: USD9,3 miliar
Kekayaan bersih: USD56,8 miliar
Menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap peso Meksiko di 2018 telah melukai bursa saham Meksiko dan mata uang negara berkembang lainnya di Amerika Latin, tempat bisnis Slim HelĂș. Membuat harga saham America Helil, perusahaan telekomunikasi terbesar di Meksiko, harganya turun 19% sepanjang tahun ini

6. Jorge Paulo Lemann (79 tahun, Brasil)
Rugi: USD9,2 miliar
Kekayaan bersih: USD20 miliar
Pada akhir Oktober, Anheuser-Busch InBev--dimana Lemann merupakan pemegang saham terbesar--mengumumkan pemotongan 50% untuk dividen yang diusulkan untuk 2018, imbas penurunan penjualan bir mereka. ABInBev merupakan perusahaan bir dengan pangsa pasar terbesar di dunia. Penghasilan bersih perusahaan turun 33% pada kuartal III-2018 dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

7. Charoen Sirivadhanabhakdi (74 tahun, Thailand)
Rugi: USD7,24 miliar
Kekayaan bersih: USD12,8 miliar
Pemilik perusahaan minuman beralkohol, Thai Beverage dengan produk Chang Beer, saham Thai Beverage turun 39% sepanjang tahun ini seiring penurunan laba. Selain itu, Charoen memiliki bisnis properti di Singapura dan jaringan supermarket Big C Supercenter di Thailand.

8. Pollyanna Chu (60 tahun, Hong Kong)
Rugi: USD7,2 miliar
Kekayaan bersih: USD2 miliar
Perempuan pengusaha asal Hong Kong dengan bendera usaha, Kingston Financial Group ini, kehilangan lebih dari tiga perempat dari nilai pasar dalam setahun terakhir. Disebabkan penurunan laba bersih perusahaan kasino dan jasa keuangan miliknya hingga 35% dalam enam bulan hingga September 2018.

9. Wang Wei (48 tahun, China)

Rugi: USD6,7 miliar
Kekayaan bersih: USD13 miliar
Perusahaannya S.F. Holding, dengan bisnis utama jasa pengiriman disebut-sebut sebagai "The China's Fedex". Saham holding merosot lebih dari 30% dalam setahun terakhir akibat lesunya bisnis e-commerce dampak dari konflik dagang AS dengan China.

10. Zhou Qunfei (48 tahun, China)
Rugi: USD6,3 miliar
Kekayaan bersih: USD3,5 miliar
Zhou Qunfei sebelumnya adalah pengusaha perempuan terkaya di dunia. Namun konflik dagang negaranya dengan Amerika Serikat, membuat usahanya tergerus, yaitu lensa dan layar kaca untuk smartphone. Hal ini membuat saham Lens Technology ambruk hingga 64%. Kerugian Zhou seperti akan bertambah, dimana Pengadilan China pada Desember ini, melarang penjualan iPhone model lama, dimana umumnya lensa dan layar kacanya adalah buatan perusahaan Zhou.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak