alexametrics

Kementerian BUMN Pantau Infrastruktur di Banten Pasca Tsunami

loading...
Kementerian BUMN Pantau Infrastruktur di Banten Pasca Tsunami
Presiden Jokowi saat memantau kondisi Pasca Tsunami ke daerah terdampak bencana. Foto/SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terus memantau infrastruktur di Bantan Pasca Tsunami. Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian BUMN Hambra Samal bersama sejumlah rombongan melakukan tinjauan lapangan ke daerah terdampak bencana di Provinsi Banten pada Rabu (26/12).

"Kunjungan kita kali ini adalah untuk memantau daerah yang sempat terdengar terisolir, yakni di daerah Sumur. Alhamdulillah meskipun jalannya tidak bagus, namun rombongan bisa sampai disini," tutur Hambra lewat keterangan resmi di Jakarta, Rabu (26/12).

Lanjut dia menerangkan, pihaknya juga memberi perhatian khusus pada infrastruktur yang berada di wilayah ini. “Saat ini pembersihan area bencana adalah yang prioritas, agar arus lalu lintas bantuan bisa menjangkau daerah yang terjauh sekalipun. Hari ini kami meminta Pertamina agar bisa menyiagakan BBM untuk kebutuhan alat berat yang beroperasi membersihkan puing-puing terdampak tsunami," ungkapnya.



Selanjutnya, kementerian juga akan mendata beberapa infrastruktur yang rusak agar dapat dibangun kembali. Sementara Plt General Manager Security & General Affair Syarif Rahman menyatakan, bantuan dari BUMN juga terus kami upayakan untuk disebar ke daerah yang membutuhkan.

“Saat ini kami terus berusaha untuk menjangkau wilayah Sumur, khususnya di wilayah Taman Jaya. Tim offroader yag tergabung dalam otomotif Krakatau Steel malam ini akan bergerak menembus hingga ke Taman Jaya. Posko bantuan akan dibuka disana," ujar Syarif.

Taman Jaya merupakan wilayah terujung Selatan Kecamatan Sumur yang berbatasan dengan Taman Nasional Ujung Kulon, tempat habitat badak endemik bercula satu. Sebelumnya, lanjut Syarif juga digunakan kapal laut KN Edam milik Kementerian Perhubungan setempat untuk mengangkut bantuan ke wilayah Sumur. Kapal ini memiliki bobot mati 900 ton dengan membawa 30 ton

“Kapal saat ini sudah mendarat di pelabuhan Sumur dengan transhipment (pemindahan muatan) menggunakan kapal nelayan karena dermaga Sumur yang hancur. Selanjutnya kapal ini juga akan menuju Taman Jaya," tandasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak