alexametrics

Bursa Jepang Melesat 3,5% dan Indeks China Jatuh, IHSG Ditutup Perkasa

loading...
Bursa Jepang Melesat 3,5% dan Indeks China Jatuh, IHSG Ditutup Perkasa
IHSG pada perdagangan, Kamis (27/12/2018) ditutup perkasa untuk semakin kokoh mengiringi lompatan bursa utama Asia dipimpin Indeks Nikkei Jepang. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (27/12/2018) ditutup perkasa untuk semakin kokoh mengiringi lompatan bursa utama Asia dipimpin Indeks Nikkei Jepang. Menjelang akhir pekan, IHSG berakhir menguat 1,02% atau setara 62,79 poin hingga menyentuh level 6.190,64

Pada perdagangan sesi I siang tadi, bursa saham Tanah Air meningkat 43,371 poin atau 0,708% menjadi 6.171,22 poin, dari sebelumnya pada psosi 6.127,85 di akhir sesi perdagangan Rabu (26/12), kemarin.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore keseluruhan berada di jalur positif. Kenaikan tertinggi dipimpin oleh sektor property yang melesat hingga 2,05% diikuti aneka industri 1,37% serta pertambangan sebesar 1,34%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,83 triliun dengan 21,78 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing Rp247,50 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp1,92 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,17 triliun. Tercatat sebesar 294 saham menguat, 139 melemah dan 144 stagnan.

Di sisi lain, sebagian besar bursa utama Asia melaju dalam zona hijau pada perdagangan, Kamis sore mengikuti lompatan Wall Street pada sesi semalam. Indeks Nikkei Jepang usai sempat bergejolak sepanjang pekan ini, berakhir melonjak naik hingga 3,88% hingga ditutup bertengger ke level 20.077,62.

Sementara indeks Topix melesat sebesar 4,90% untuk menyelesaikan perdagangan hari ini pada posisi 1.501,63 dan menjadi tanda kebangkitan kedua indeks utama setelah terkapar di Hari Natal, sebelumnya. Terpantau saham Japan Display melompat tinggi 5,88% ditopang laporan bahwa penjualan iPhone XR mencapai 32% dalam 30 hari setelah rilis

Display Jepang sendiri merupakan pemasok panel layar kristal cair yang digunakan pada iPhone XR. Selanjutnya kenaikan juga terlihat di Australia, ketika ASX 200 menguat 1,88% menjadi 5.597,2 saat semua sektor berlari positif. Berbanding terbalik, pasar saham daratan China justru mengalami kerugian di akhir sesi.

Komposit Shanghai turun sekitar 0,61% menjadi 2.483,09 sementara komposit Shenzhen lebih rendah 1,216% untuk menyelesaikan sesi perdagangan menjelang akhir pekan di sekitar 1.264,23. Terpantau Komponen Shenzhen juga merosot tajam hingga 1,018% ke level 7.215,34.

Indeks Hang Seng di Hong Kong juga tergelincir sekitar 0,67%, pada beberapa jam sebelum penutupan perdagangan di posisi 25.478,88. Pergerakan terjadi setelah perusahaan minyak milik negara China Petroleum & Chemical, juga dikenal sebagai Sinopec, dilaporkan menderita kerugian. Saham Sinopec yang terdaftar di Hong Kong turun sekitar 4,2% dipengujung sesi, sementara mitra yang terdaftar di Shanghai anjlok 6,75% pada hari ini setelah laporan.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak