alexametrics

Nilai Tukar Petani Bulan Desember Naik 0,04%

loading...
Nilai Tukar Petani Bulan Desember Naik 0,04%
Nilai Tukar Petani (NTP) bulan Desember naik 0,04% menjadi 103,16. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) pada bulan Desember 2018 sebesar 103,16, naik 0,04%, dibanding NTP bulan sebelumnya. Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani naik sebesar 0,54% lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,50%.

"Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (lt) naik sebesar 0,54%, lebih besar dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (lb) sebesar 0,50%," ujar Kepala BPS Suharyanto di Jakarta, Rabu (2/1/2019).

Dia mengatakan, NTP Provinsi Maluku mengalami kenaikan tertinggi (0,81%) dibandingkan kenaikan NTP provinsi lainnya. Sebaliknya, NTP Provinsi Sulawesi Barat mengalami penurunan terbesar (2,34%) dibandingkan penurunan NTP provinsi lainnya.



"Dari 1.329 transaksi penjualan gabah di 29 provinsi selama Desember 2018, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 74,42% gabah kering giling (GKG) 16,55 persen, dan gabah kualitas rendah 9,03%," katanya

Selama Desember 2018, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp5.237,00 per kg atau naik 2,35% dan di tingkat penggilingan Rp5.330,00 per kg atau naik 2,27% dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada November 2018.

Rata-rata harga GKG di petani Rp5.714 per kg atau naik 1,19% dan di tingkat penggilingan Rp5.818 per kg atau naik 1,12%. Harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp4.837 per kg atau naik 2,08% dan di tingkat penggilingan Rp4.948 per kg atau naik 2,21%.

Dibandingkan Desember 2017, rata-rata harga pada Desember 2018 di tingkat petani untuk semua kualitas yaitu GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah mengalami kenaikan masingmasing 4,84%, 1,93 %, dan 6,68%. Demikian juga di tingkat penggilingan, rata-rata harga pada Desember 2018 untuk semua kualitas yaitu GKP, GKG, dan gabah kualitas rendah juga mengalami kenaikan masing-masing 4,90%, 2,27%, dan 7,22%.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak