alexametrics

Soft Skills Kian Dibutuhkan

loading...
Sementara itu Menristek Dikti Mohamad Nasir pernah mengakui di tengah perkembangan yang pesat di berbagai bidang saat ini, hard skills bukan lagi satu-satunya kemampuan yang harus dimiliki. Sebab soft skills juga dibutuhkan untuk mengembangkan karier.

Selain itu soft skills juga dibutuhkan untuk dapat mengaplikasikan ke mampuan akademik di dunia kerja. Karena itu dia mendorong lulusan perguruan tinggi juga mesti memiliki kemampuan soft skills yang tidak bisa digantikan oleh robot. “Soft skills seperti kerja sama, komunikasi, etika dalam bekerja, penam pilan, empati, dan kecerdasan emosional itu penting untuk kesuksesan karier atau bisnis bila di bandingkan dengan hasil akademik,” ujar mantan Rektor Universitas Diponegoro Semarang itu.

Praktisi manajemen SDM Ardhi Lufti Siregar mengakui soft skills kini menjadi sebuah keharusan bagi para pekerja pro fesionalketimbang hard skills. “Hari ini teknologi milenial, revolusi teknologi industri memang membuat soft skills sangat berpengaruh dengan peningkatan kemampuan, terutama untuk produktivitas perusahaan,” ujar Ardhi saat dihubungi KORAN SINDO, Minggu (6/1/2019).

Head of Human Resources Manulife Global Resourcing Philippines, Malaysia, and Chengdu ini membeberkan, soft skills yang sangat dibutuhkan dan perlu ditingkatkan pada 2019 yakni kompetensi manajemen, komunikasi, hingga manajemen waktu.

Peningkatan kompetensi tersebut menjadi pijakan dan tolok ukur diferensiasi para pekerja profesional. Pakar sosiologi pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung Elly Malihah mengakui Revolusi Industri 4.0 yang semua serba digital menyebabkan kemampuan soft skills lebih dibutuhkan. Dengan soft skill yang baik orang akan lebih mudah mengomunikasikan, berkolaborasi, pantang menyerah, dan lainnya.

“Termasuk di dalamnya kemam puan emosional dan mengendalikan diri. Orang-orang yang sangat pintar cenderung overconfidence. Akibatnya, dia sulit untuk bekerja sama dengan lain,” ujarnya.

Senada, psikolog Universitas Maranatha Bandung Efnie Indrianie menyatakan soft skills lebih dibutuhkan karena soft skills akan meningkatkan kualitas pribadi seseorang. Semakin berkualitas pribadi, seseorang akan mudah dan mampu untuk bersaing di dunia kerja dan bisnis serta beradaptasi dengan tan tangan era digital.

Dia menyebut, soft skills yang dapat meningkatkan kuali tas pribadi saat ini antara lain rasa bersyukur (gratitude), pola pikir positif (positive mindset), siap menghadapi perubahan yang sangat cepat di era digital (flexibility), dan kemampuan menyesuaikan diri dengan berbagai karakter orang lain dan berbagai situasi sosial (people skills).

“Soft skills perlu dididik sejak dini melalui pola asuh orang tua. Lalu saat beranjak remaja aktiflah mengikuti organisasi dan setelah dewasa aktif bergabung dengan komunitas yang positif dan tidak melupakan aspek spiritualitas hidup,” ujarnya.

Hard Skills yang Diperlukan
Walaupun soft skills kian dibutuhkan, bukan berarti hard skills tidak lagi diperlukan. LinkedIn pun menekankan sejumlah hard skills yang patut dikuasai, terutama keahlian yang mencerminkan dampak meningkatnya dunia digital. Dengan adanya tren tersebut, Petrone menyebut komputasi cloud, AI, dan keterampilan digital.

Dunia digital juga memberi penggunaan baru untuk sejumlah skills, misalnya meningkatnya permintaan untuk produksi audio. “Ini skills yang dulu diperlukan untuk produksi radio. Saat ini skills tersebut di gunakan untuk produksi pod cast dan iklan digital,” ujar dia.

Dia lantas menuturkan, hard skills pertama yang paling di butuhkan adalah komputasi cloud. Pasalnya saat dunia bergerak menuju cloud, perusahaan-perusahaan pun sangat mencari para insinyur yang memiliki skills mengakomodasi kebutuhan ini. Selanjutnya kecerdasan buatan atau AI. Kebutuhan atas kecerdasan buatan searah dengan kebutuhan kemampuan akan penalaran analitis.

Menurut Petrone, saat perusahaan mengumpulkan data lebih banyak bila dibandingkan dengan sebelumnya, perusahaan lapar pada para profesional yang dapat membuat keputusan cerdas berdasarkan data. Hard skills lain yang dibutuhkan adalah manajemen manusia.

Dunia telah berubah dari model komando dan kontrol me nuju para pemimpin yang da pat melatih dan memberdayakan. Kemudian desain UX. Petrone menyebut desain UX menjadi kunci untuk membuat dunia digital dapat bekerja bagi manusia. Keenam, pengembangan aplikasi mobile.

“Ini skills yang diperlukan selama beberapa tahun saat perusahaan terus mendesain platform mobile pertama,” ungkap LinkedIn. Produksi video juga merupakan skills yang paling diperlukan. Permintaan untuk produksi video meningkat saat video streaming mewakili 70% dari semua lalu lintas internet konsumen. Kemudian kepemimpinan sales.

Sales menjadi salah satu skills yang selalu diperlukan dan para pemimpin sales hebat akan semakin sulit ditemukan. Kemampuan penerjemahan juga masih dibutuhkan. Menurut LinkedIn, manusia saat ini semakin terkoneksi secara global bila dibandingkan dengan sebelumnya.

Skills penerjemahan dapat meruntuhkan salah satu dari penghalang terakhir, yakni bahasa. Produksi audio juga diperlukan. Serupa dengan video, ada peningkatan minat untuk podcast dan format digital audio lainnya baru-baru ini. Kondisi ini memicu peningkatan permintaan untuk skills ini. Ke-11, pemrosesan bahasa alami.

Teknologi di balik Alexa dan Google Home, semua dari mobil kita hingga lampu sekarang sudah dapat diaktifkan dengan suara. Begitu pun komputasi ilmiah. Komputasi ilmiah digunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah dengan jumlah data yang besar untuk dipertimbangkan, kebutuhan saat perusahaan terus mengumpulkan lebih banyak data. Pun kemampuan pengembangan game. “Untuk menyediakan pengalaman lebih baik bagi para pengguna digital, permintaan untuk skills ini adalah profesional yang dapat mengembangkan game online,” papar Petrone.

Skills selanjutnya yang diperlukan adalah marketing media sosial, animasi, analisis bisnis, jurnalisme, marketing di gital, desain industri, strategi kompetitif, sistem layanan kons men, pengujian software, sains data, grafik komputer, dan komunikasi korporat. (Syarifuddin/Andika Hendra/Agus Warsudi/Sabir Laluhu)
(nfl)
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak