alexametrics

Keran Impor Jagung Kembali Dibuka Hingga 30.000 Ton

loading...
Keran Impor Jagung Kembali Dibuka Hingga 30.000 Ton
Pemerintah kembali membuka keran impor jagung yang kali ini sebanyak 30.000 ton. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali membuka keran importasi jagung di awal tahun ini. Hal ini merupakan keputusan rapat koordinasi terbatas (rakortas) pemerintah beberapa waktu lalu.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Oke Nurwan mengungkapkan, rencananya Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) akan mengimpor jagung sebanyak 30.000 ton. Bulog pun telah mengajukan izin ke Kemendag, setelah mendapat penugasan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

"Sudah, sudah mengajukan (izin impor jagung). Ini sedang berproses, kan Bulog baru bisa impor kalau sudah ada penugasan dari Menteri BUMN. Jadi sedang diusulkan untuk penugasan," katanya di Gedung Kemendag, Jakarta, Senin (7/1/2018).



Dia memperkirakan, tambahan jagung impor sebanyak 30.000 ton tersebut akan mulai masuk pada Maret 2019. Oke pun memastikan, masuknya jagung impor tersebut tidak akan bentrok dengan panen raya.

"Perkiraan angka kebutuhan tambahannya 30.000 ton. Diharapkan Maret (masuk). Itu sudah keputusan rakortas. Semua pihak sudah membicarakan," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak