alexametrics

Melaju Kencang, Ini Faktor Pendorong Penguatan Rupiah Menurut BI

loading...
Melaju Kencang, Ini Faktor Pendorong Penguatan Rupiah Menurut BI
Rupiah menguat cukup signifikan pada perdagangan hari ini dipacu sejumlah sentimen dari luar negeri. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini melesat meninggalkan dolar Amerika Serikat (USD) hingga berada pada level terbaiknya dalam beberapa waktu terakhir.

Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Moneter Bank Indonesia (BI) Nanang Hendarsah mengakui, performa ciamik rupiah hari ini lebih dipengaruhi oleh faktor eksternal. Salah satunya adalah prospek dicapainya kesepakatan yang akan mengakhiri sengketa dagang Amerika Serikat (AS) dan China.

"Rupiah melanjutkan penguatan yang signifikan hari ini, sebesar Rp190 atau 1,33%. Penguatan ini di tengah situasi pasar keuangan global yang diwarnai optimisme atas prospek hasil negosiasi kesepakatan sengketa dagang AS dan China, serta perubahan sikap Chairman FOMC the Fed atas lintasan suku bunga AS ke depan," ujar Nanang saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Senin (7/1/2019).



Dia mengatakan, Kejatuhan Wall Street beberapa waktu lalu membuat The Fed lebih fleksibel. Kebijakan suku bunga AS diakui menyebabkan proses penarikan likuiditas dari sistem keuangan.

"Jadi tidak seperti sebelumnya yang tegas akan menaikkan suku bunga dua kali di 2019, pascajatuhnya harga saham di AS, kali ini the Fed menyiratkan akan lebih fleksibel dan akan menunggu perkembangan data ekonomi ke depan serta siap melakukan perubahan dalam kebijakan suku bunga ke depan dan dan mulai melunak atas rencana proses penarikan likuiditas dari sistem keuangan," katanya.

Berdasarkan data yang diambil dari Yahoo Finance, rupiah hingga pukul 14.30 WIB menguat melaju hingga menyentuh posisi Rp13.884,74/USD. Sementara data dari Limas menunjukkan rupiah di level Rp14.050 pada waktu yang sama. Posisi rupiah berdasarkan data Bloomberg pada waktu yang sama juga menunjukkan penguatan ke level Rp14.084/USD.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak