alexametrics

Sempat Sentuh Level Rp13.990/USD, Rupiah Ditutup Berbalik Ambruk

loading...
Sempat Sentuh Level Rp13.990/USD, Rupiah Ditutup Berbalik Ambruk
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (8/1/2019) ditutup kembali ambruk, setelah sempat menyentuh level terbaik Rp13.990/USD. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (8/1/2019) ditutup kembali ambruk, setelah pada pergerakannya sempat menyentuh level terbaiknya di posisi Rp13.990/USD. Kejatuhan rupiah pada hari kedua pekan ini, gagal memanfaatkan penyusutan kekuatan dolar terhadap enam mata uang utama lainnya.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah kembali tertekan ke level Rp14.145/USD dibandingkan sebelumnya Rp14.075/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini bergerak pada kisaran level Rp13.990 hingga Rp14.157/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada akhir perdagangan spot exchange juga anjlok cukup tajam menjadi Rp14.147/USD dibandingkan sesi penutupan awal pekan kemarin Rp14.082/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.002-Rp14.162/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah tenggelam sangat dalam menjadi Rp14.147/USD. Angka ini menjadi sinyal mata uang Garuda masih rentan saat menghadapi dolar, ketika sebelumnya melesat hingga Rp14.080/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah masih di awal pekan 2019 menunjukkan perbaikan ke level Rp14.031/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah jauh lebih baik dari posisi perdagangan sebelumnya Rp14.105/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar berjuang terkait traksi terhadap mata uang utama lainnya pada perdagangan, Selasa ketika investor semakin yakin bahwa Federal Reserve atau Bank Sentral AS bakal menahan laju kenaikan suku bunga AS tahun ini. Pasalnya risiko perlambatan pertumbuhan global yang lebih tajam terus mencuat.

Greenback sedikit menguat terhadap Yen Jepang, setelah jatuh 0,2% pada awal sesi karena para pelaku pasar bertaruh bahwa siklus pengetatan moneter di ekonomi terbesar dunia telah berhenti pada tahun ini.

Indeks dolar sedikit lebih tinggi, pada level 95,80 ketika sebelumnya mencapai posisi terendah harian di 95,68. Terpantau indeks sudah kehilangan sekitar 2% sejak pertengahan Desember, dan telah mengikuti penurunan imbal hasil obligasi AS.

Sepanjang 2018, Dolar menanjak naik 4,3% terimbas kebijakan The Fed menaikkan suku bunga acuan AS sebanyak empat kali di topang ekonomi domestik yang kuat. Ditambah sentimen positif lainnya datang dari data pengangguran yang turun dan meningkatnya tekanan pada upah.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak