alexametrics

Mega Proyek Listrik 35.000 MW Masih Terkendala Perizinan

loading...
Mega Proyek Listrik 35.000 MW Masih Terkendala Perizinan
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga 2018 telah merealisasikan program 35.000 mega watt (MW) sebanyak 2.899 MW. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga 2018 telah merealisasikan program 35.000 mega watt (MW) sebanyak 2.899 MW. Padahal program ini ditargetkan rampung pada tahun ini, ketika sebanyak 15.200 MW ditunda hingga 2026.

Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan KESDM Jisman Hutajulu mengatakan, sebanyak 18.207 MW pembangkit yang tertahan dalam proses konstruksi. Pihaknya masih terkendala dengan pembebasan lahan dan perizinan.

"Konstruksi 52%, masih ada terkendala dengan pembebasan lahan dan izin lingkungan. Kemudian, pembangkit dalam tahap PPA belum konstruksi sebanyak 11.467 MW, pengadaan 1.683 MW, dan perencanaan 954 MW," ujarnya di Jakarta, Kamis (10/1/2019).



Jisman menyampaikan, hingga 15 Desember 2018 pembangkit listrik yang memasuki tahap komisioning baru sekitar 8% dari total keseluruhan. Sementara, pembangkit sisanya masih berada dalam tahap pembangunan. "Sampai dengan 15 Desember 2018 pembangkit yang memasuki COD sekitar 8%," terang dia.

Sementara itu, prognosa tambahan infrastruktur ketenagalistrikan hingga akhir 2018 untuk pembangkit sebanyak 1.799 MW. Dengan demikian, total kapasitas yang berada di tahap konstruksi sebesar 52% yaitu 18.207 MW yang terpasang sebanyak 62.598 MW.

Kemudian, untuk infrastruktur transmisi listrik sebanyak 3.441,84 kms sedangkan gardu induk 16.495 MVA. Dari pembangunan infrastruktur tersebut, terdapat peningkatan kapasitas infrastruktur ketenagalistrikan menelan biaya investasi di 2018 sebesar USD11,28 miliar.

"Sementara pada 2019 investasi untuk infrastruktur ketenagalistrikan ditargetkan sebesar USD12,04 miliar. Tahun ini kami berupaya untuk mendapatkan data-data wilayah investasi lebih realistis lagi. Tahun sebelumnya kan hanya mengandalkan data dari BPKM dan PLN," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak