alexametrics

Bagasi Berbayar, Maskapai LCC Berpotensi Ditinggal Konsumen

loading...
Bagasi Berbayar, Maskapai LCC Berpotensi Ditinggal Konsumen
Penumpang pesawat dinilai dapat berpikir ulang menggunakan maskapai LCC jika harga tiketnya tak jauh berbeda dengan maskapai full service. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Adanya rencana menerapkan bagasi berbayar oleh sejumlah maskapai berbiaya murah atau Low Cost Carrier (LCC) membuat konsumen berpikir ulang. Kenaikan harga tiket akibat tambahan biaya bagasi mendorong sebagian konsumen lantas lebih memilih menggunakan jasa maskapai full service.

Pratiwi, salah satu konsumen mencontohkan, dirinya biasa menggunakan pesawat Citilink dengan rute Jakarta-Batam. Belakangan ini menurutnya harga tiket naik dari biasanya sekitar Rp700.000, menjadi hingga Rp1.100.000. Jika nanti kebijakan bagasi berbayar diterapkan, Pratiwi khawatir harga tiket akan semakin melonjak.

"Saya biasa naik Citilink untuk rute Jakarta-Batam atau sebaliknya. Kalau sekarang dikenakan (biaya) bagasi juga, ya semakin berat ya, jelas, mending saya naik Garuda Indonesia sekalian," katanya kepada SINDOnews, Jumat (11/1/2019).



Menurut dia, jika misalnya kemudian total harga tiket yang harus dibayarkannya naik hingga 30% maka hal itu akan sangat memberatkan. Terlebih layanan maskapai LCC menurutnya belum sebaik maskapai full service. Dia menilai maskapai full service Garuda Indonesia jauh lebih tepat waktu.

"Harga yang lebih mahal terbayarkan dengan service yang baik," pungkasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak