alexametrics

Harga Minyak Jatuh Lebih 1% Karena Melemahnya Data Perdagangan China

loading...
Harga Minyak Jatuh Lebih 1% Karena Melemahnya Data Perdagangan China
Harga minyak jatuh karena melemahnya data perdagangan China. Foto/Istimewa
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah turun drastis pada perdagangan Senin (14/1/2019), disebabkan data ekonomi China yang melemah. Ekspor China pada Desember lalu turun hingga 4,4% dibanding tahun sebelumnya, menjadi penurunan bulanan terbesar dalam dua tahun.

Selain itu, melansir dari Reuters, impor China juga mengalami kontraksi, dnegan jatuh hingga 7,6%, penurunan terbesar sejak Juli 2016. Melemahnya ekonomi China menimbulkan kekhawatiran melambatnya pertumbuhan ekonomi global, yang bisa berimbas pada penurunan permintaan minyak dunia.

Kekhawatiran ini membuat harga minyak Brent International anjlok 70 sen alias 1,2% menjadi USD59,78 per barel pada pukul 03:12 GMT. Harga minyak mentah berjangka Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI) turun 62 sen atau 1,2% ke level USD50,96 per barel.



Perusahaan riset ekonomi TS Lombard mengatakan, harga minyak tertutup karena ekonomi dunia sekarang melambat. Sehingga membatasi ruang positif terhadap permintaan minyak.

Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, menambahkan kemunduran harga minyak saat ini seiring data ekonomi di Eropa dan China. Ia pun memprediksi harga minyak mentah berjangka akan bergerak terbatas di level USD64 per barel untuk Brent dan level USD55 per barel untuk WTI pada tahun ini.

Data ekonomi China yang melemah, ditengarai bisa mengubah kondisi pasar minyak. Seperti diketahui, sejak awal tahun ini, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan Rusia sepakat mengurangi pasokan minyak demi meningkatkan harga.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak