alexametrics

HERO Tutup 26 Toko, Apindo Sebut Bisnis Ritel Makin Ketat

loading...
HERO Tutup 26 Toko, Apindo Sebut Bisnis Ritel Makin Ketat
Apindo mengakui sektor ritel saat ini menghadapi masa penuh tantangan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mengakui bahwa persaingan usaha di sektor ritel saat ini sangat ketat. Belum lagi berubahnya perilaku berbelanja masyarakat ke platform online mengharuskan banyak usaha ritel mengubah bisnisnya.

Ketatnya persaingan di sektor ritel antara lain ditunjukkan dengan langkah HERO Group yang menutup 26 toko dan mem-PHK ratusan karyawannya sebagai strategi untuk keberlanjutan usahanya.

"Itu kembali lagi ya, persaingan di ritel sangat ketat. Di samping itu perilaku pembeli sudah berubah, memang tidak bisa dimungkiri bahwa belanja e-commerce ada pengaruhnya. Semakin lama trennya semakin banyak. Itu bisa dipahami, untuk teman-teman di sektor ritel sekarang lumayan berat," ujar Ketua Apindo Hariyadi Sukamdani di Jakarta, Senin (14/1/2019).



Menurutnya, dunia usaha juga amat dipengaruhi oleh daya beli masyarakat. Dalam bidang ritel, bisnis belanja online yang semakin memudahkan masyarakat untuk berbelanja menawarkan efisiensi yang dibutuhkan masyarakat.

"Bisa saja kemungkinan itu. Karena orang pada akhirnya mencari efisiensi dan itu semua terjadi karena enggak bisa bertahan dalam persaingan, intinya itu," katanya.

Terkait sistem upah kerja, Hariyadi juga menilai hal itu menjadi faktor penting dalam keberlangsungan perusahaan. Sistem upah yang fleksibel menurutnya memang sangat diinginkan oleh perusahaan.

"Mau dihitung per jam, harian atau bulanan enggak ada masalah, di dunia usaha itu yang penting lebih fleksibel. Di dunia itu biasa diupah per jam," tandasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak