alexametrics

Ekspor China Merosot Paling Tajam dalam Dua Tahun Terakhir

loading...
Ekspor China Merosot Paling Tajam dalam Dua Tahun Terakhir
Ekspor China mengalami penurunan paling tajam selama dua tahun terakhir pada Desember 2018, berdasarkan data perdagangan terbaru. Foto/Ilustrasi
A+ A-
BEIJING - Ekspor China mengalami penurunan paling tajam selama dua tahun terakhir pada Desember 2018, berdasarkan data perdagangan terbaru. Tercatat pada akhir tahun kemarin, ekspor China turun 4,4% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara impor menyusut hingga 7,6%.

Angka-angka tersebut menunjukkan pelemahan lebih lanjut pada kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut dan mengirim pasar saham Asia lebih rendah pada sesi perdagangan awal pekan, Senin (14/1/2019). Data lain yang dirilis hari ini menunjukkan surplus perdagangan negara itu dengan Amerika Serikat (AS) mencapai rekor tertinggi pada tahun 2018.

Kesenjangan antara ekspor dan impor dari AS naik 17,2% menjadi USD323,32 miliar (atau setara 252 miliar pounds) tahun lalu. Keberhasilan China dalam menjual produk-produknya ke luar negeri telah membuat kesal Presiden AS Donald Trump, hingga telah memulai perang dagang dengan China untuk mencoba menahan laju ekspor Negeri Tirai Bambu -julukan China-.



Kondisi di atas sudah mendorong perusahaan untuk lebih menggenjot ekspor serta mencoba mengalahkan perang tarif, yang disebut "front loading". Setelah hampir satu tahun penerapan tarif tinggi AS berlaku kepada produk China yang semakin meningkat, kedua negara dengan ekonomi terbesar dunia itu sudah memulai pembicaraan pekan lalu dalam upaya mengakhiri perang dagang.

Penurunan permintaan di China sendiri memiliki efek yang nyata pada perusahaan tertentu. Awal bulan ini, Apple memperingatkan bahwa pendapatannya akan lebih rendah dari yang diharapkan, sebagian karena perlambatan di China. Sedangkan produsen mobil Jaguar Land Rover juga dilanda penjualan yang lebih lemah di China. Angka perdagangan bulan Desember menunjukkan ekonomi mungkin melambat lebih cepat daripada yang dicemaskankan.

Freya Beamish, ekonom Asia di Pantheon Macroeconomics, mengatakan: "Tingkat kemunduran dalam perdagangan baik ekspor dan impor sangat menarik; keduanya turun lebih jauh pada bulan Desember, setelah penurunan substansial pada bulan November. Beberapa pulih kembali dalam beberapa bulan terakhir, atas serangkaian kenaikan tarif. Tetapi perdagangan jauh di bawah tren sebelumnya. "

Pemerintah China sendiri belum lama ini mengambil tindakan untuk mencoba mendorong pertumbuhan, melepaskan uang untuk dibelanjakan pada infrastruktur dan memotong pajak.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak