alexametrics

Prudential Fokus Hapus Beban Finansial Akibat Sakit Kritis

loading...
Prudential Fokus Hapus Beban Finansial Akibat Sakit Kritis
Melalui PRUCritical Benefit 88, Prudential berharap dapat memberikan ketenangan pikiran pada nasabah dan keluarganya. Foto/Hafid Fuad
A+ A-
JAKARTA - Prudential Indonesia meluncurkan PRUCritical Benefit 88 untuk melindungi pasien dan keluarganya dari dampak keuangan akibat penyakit kritis. Presiden Direktur Prudential Indonesia Jens Reisch mengatakan, berjuang melawan penyakit kritis sangat menguras emosi serta fisik pasien dan keluarganya dan dapat mengganggu perencanaan keuangan. Melalui PRUCritical Benefit 88, Prudential berharap dapat memberikan ketenangan pikiran pada nasabah dan keluarganya.

“Nasabah dapat memanfaatkan uang perlindungannya untuk membantu biaya pengobatan rumah sakit, dan juga biaya hidup. Produk ini melengkapi portofolio solusi kesehatan dan proteksi Prudential karena kami terus melayani kebutuhan nasabah yang terus berubah,” ujar Jens di Jakarta.

Perseroan percaya PRUCritical Benefit 88 dapat menjadi solusi bagi masyarakat Indonesia dalam mengantisipasi dan mengelola dampak keuangan yang ditimbulkan oleh penyakit kritis. Penelitian ‘ASEAN Cost in Oncology’ (ACTION) mengungkapkan bahwa dari 9.513 pasien pengidap kanker yang diteliti lebih lanjut, tercatat hampir 50% mengalami kebangkrutan.



Sementara sebesar 29% meninggal dunia. Penelitian ini dilakukan dari 2014 sampai 2015. Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Vito Anggarino Damay, SpJP (K), M.Kes, FIHA, FICA, mengutarakan, kesibukan dan tuntutan pekerjaan merupakan tantangan dalam menerapkan pola hidup sehat.

Kebiasaan seperti merokok, tidak olahraga rutin, kurang makan buah dan sayur serta kebiasaan makan tidak teratur adalah faktor-faktor risiko utama penyebab PTM. Saat ini, usia muda bahkan tidak menjamin seseorang terbebas dari ancaman penyakit kritis.

“Masyarakat harus mulai menaruh perhatian karena dampak dari penyakit kritis bukan saja kematian dan kecacatan, namun beban keuangan berupa biaya rumah sakit, dan biaya hidup,” ujar Anggarino.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak