alexametrics

51 Selebgram Bakal Dikenakan Pajak Oleh DJP

loading...
51 Selebgram Bakal Dikenakan Pajak Oleh DJP
Selebriti Instagram (selebgram), youtuber, dan vlogger yang mendapatkan penghasilan dari kanal-kanal media sosial bakal dipelototin oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Selebriti Instagram (selebgram), youtuber, dan vlogger yang mendapatkan penghasilan dari kanal-kanal media sosial bakal ‘dipelototin’ oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Mereka diminta patuh dan disasar untuk melaksanakan kewajiban sebagai wajib pajak.

Ketua Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) Ignasius Untung mengatakan, tercatat kurang lebih 51 Selebgram yang terpantau untuk membayar pajak. Pasalnya para selebragam ini memang menggunakan platform e-commerce dalam meningkatkan jumlah pengunjung.

"Persaingan dalam platform dengan di IG dan FB. Idea sampaikan 95% katanya masih di sana jadi bagaimana untuk attract atau menarik mereka untuk masuk ke dalam platform," ujar Ignatius di Jakarta, Rabu (16/1/2019).



Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani menerangkan, melakukan bisnis melalui platform, di mana mereka tidak boleh dan tak perlu dihalangi dengan kekhawatiran untuk melakukan penyerahan NPWP maupun NIK. Hal itu bisa di justify (membenarkan), karena mereka adalah pelaku baru yang pasti pendapatannya di bawah Rp54 juta.

"Kalau dimarjinkan dalam bentuk omzetnya mereka yang di bawah Rp300 juta itu adalah merek yang masih di bawah BPKP dari jumlah bersih pendapatan mereka. Sehingga kami tidak akan membebani nanti akan dibuat dalam perdirjen oleh dirjen pajak," pungkasnya.

Sebagai informasi berdasarkan data Statista, jumlah pengguna Instagram di Indonesia hingga Oktober tahun lalu mencapai 59 juta, nomor empat di dunia setelah Amerika Serikat (121 juta), India (71 juta), dan Brasil (64 juta).

Adapun pengguna YouTube di Indonesia pada semester I/2018 mencapai 50 juta. Jumlah tersebut kemungkinan terus naik seiring bertambahnya jumlah pengguna internet yang hingga pada akhir tahun lalu mencapai lebih dari 143 juta.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak