alexametrics

Pertumbuhan Kredit Baru Triwulan IV/2018 Meningkat

loading...
Pertumbuhan Kredit Baru Triwulan IV/2018 Meningkat
BI mencatat pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan IV/2018. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan triwulanan kredit baru meningkat pada triwulan IV/2018. Hal tersebut tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) permintaan kredit baru triwulan IV-2018 sebesar 71,7%, meningkat dibandingkan 21,2% pada triwulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Agusman mengatakan, peningkatan tersebut bersumber dari semua jenis penggunaan kredit, baik modal kerja, investasi, maupun konsumsi.

"Sementara itu, pertumbuhan kredit pada triwulan I/2019 diprakirakan melambat sejalan dengan pola historisnya yang menunjukkan kebutuhan pembiayaan nasabah masih terbatas di awal tahun," ujar Agusman dalam keterangan tertulis, Kamis (17/1/2019).



Pertumbuhan kredit yang diprakirakan melambat pada triwulan I/2019 disertai dengan standar penyaluran kredit yang akan lebih ketat. Hal ini tercermin dari Indeks Lending Standard sebesar 14,6%, lebih tinggi dibandingkan dengan -1,4% pada triwulan sebelumnya.

Pengetatan penyaluran kredit terutama akan dilakukan terhadap kredit investasi dan kredit modal kerja, yaitu pada aspek tingkat suku bunga kredit. Namun demikian, aspek lainnya seperti perjanjian kredit dengan nasabah, persyaratan administrasi, biaya persetujuan kredit, dan jangka waktu kredit yang diberikan akan lebih longgar pada triwulan I/2019.

Selain itu, hasil survei mengindikasikan responden tetap optimis terhadap pertumbuhan kredit untuk keseluruhan tahun 2019. Responden memprakirakan pertumbuhan kredit pada 2019 akan mencapai 12,2%. Optimisme tersebut didorong oleh prakiraan pertumbuhan ekonomi yang tetap baik pada 2019 dan rasio kecukupan modal bank yang meningkat.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak