alexametrics

Tekanan Aksi Jual Masih Menghantui IHSG di Akhir Pekan

loading...
Tekanan Aksi Jual Masih Menghantui IHSG di Akhir Pekan
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tekanan aksi jual investor masih akan menghantui diperdagangan akhir pekan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini tekanan aksi jual investor masih akan menghantui diperdagangan akhir pekan dengan support resistance 6.355-6.455. Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi mengutarakan, pergerakan bursa saham secara teknikal membentuk pola nothern star dengan indikasi terkoreksi jangka pendek menguji MA5 dengan target koreksi hingga 6.247 pada MA20.

"Indikator stochastic bergerak pada area jenuh beli dengan indikasi dead-cross pada area overbought seiring momentum RSI yang bergerak cukup mahal pada area jenuh beli," ujarnya di Jakarta, Jumat (18/1/2019).

Sementara, IHSG kemarin kembali menguat tipis 10,42 poin kelevel 6.423,78 dengan iringan aksi beli investor asing yang mampu menahan pergerakan IHSG pada zona positif. "Investor asing tercatat net buy Rp1,61 triliun memperpanjang trend positif capital inflow. Meskipun rupiah ditutup melemah 0,45% ke level Rp14.192/USD," pungkasnya.



Saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya yakni PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR), PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP) dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk. (INDF). Selanjutnya saham lain yang juga patut diperhatikan yakni PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP), PT Astra International Tbk. (ASII) dan PT United Tractors Tbk. (UNTR).

Sebelumnya IHSG pada perdagangan Kamis (17/1/2019), ditutup di zona hijau dengan naik 10,42 poin atau 0,16% ke level 6.423,78. Setelah pada sesi pagi, IHSG dibuka melanjutkan reli dengan menguat 0,13% atau 8,05 poin ke level 6.421,41. Kamis ini, indeks diperdagangkan di level 6.410,95-6.457,74.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak