alexametrics

Rupiah Akhir Pekan Dibuka Masih Tak Berdaya, Dolar Naik Lawan Yen

loading...
Rupiah Akhir Pekan Dibuka Masih Tak Berdaya, Dolar Naik Lawan Yen
Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (18/1/2019) dibuka masih tak berdaya saat penguatan dolar terhadap Yen Jepang. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada awal perdagangan, Jumat (18/1/2019) dibuka masih tak berdaya ketika tertekan, sehingga sulit berbalik menguat. Tren negatif mata uang Garuda mengiringi penguatan dolar terhadap Yen Jepang seiringi optimisme pembicaraan perdagangan Amerika Serikat dan China.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pagi ini dibuka merosot menjadi Rp14.182/USD. Posisi ini memperlihatkan rupiah kembali menyusut dibandingkan posisi perdagangan kemarin di level Rp14.158/USD.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah pada sesi perdagangan pagi akhir pekan sedikit membaik di level Rp14.180/USD dengan pergerakan harian Rp14.150 hingga Rp14.185/USD. Peringkat tersebut menjadi sinyal berbaliknya rupiah, meski tidak terlalu besar setelah kemarin memburuk Rp14.190/USD.



Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange stagnan ke posisi Rp14.191/USD dibandingkan sebelumnya pada posisi yang sama. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp14.155-Rp14.195/USD.

Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar menguat terhadap yen pada hari Jumat karena meningkatnya optimisme terhadap kemajuan dalam pembicaraan perdagangan China dan AS, hal itu mendukung perluasan untuk risiko.

Terhadap Yen, dolar naik tipis menjadi 109,31 untuk kenaikan hari keempatnya terhadap mata uang Jepang dan lepas dari posisi tertinggi dua minggu di 109,40 yang disentuh dalam sesi semalam. Sedangkan Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, berada di level lebih tinggi 96,088.

Sebelumnya indeks USD sempat naik ke posisi tertinggi dua minggu pada level 96,264 selama sesi sebelumnya. Indeks, yang telah tertatih-tatih sejak akhir tahun lalu oleh sikap hati-hati Federal Reserve untuk memberikan kenaikan suku bunga lebih lanjut, telah berhasil rebound dari level terendah tiga bulan di 95.029 yang disentuh hanya lebih dari seminggu yang lalu.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak