alexametrics

Harga Minyak Mentah Menguat Ditopang Pangkas Produksi OPEC

loading...
Harga Minyak Mentah Menguat Ditopang Pangkas Produksi OPEC
Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami penguatan pada perdagangan, Jumat (18/1/2019) setelah OPEC melaporkan telah memangkas produksi sangat tajam. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak mentah dunia tercatat mengalami penguatan pada perdagangan, Jumat (18/1/2019) setelah Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) melaporkan telah memangkas produksi sangat tajam pada bulan lalu. Laporan pengurangan produksi di Desember, mengurangi kekhawatiran tentang kelebihan pasokan yang berkepanjangan.

Seperti dilansir Reuters, harga minyak mentah berjangka AS yakni West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan ke level USD52,57 per barel pada pukul 02.53 GMT atau lebih tinggi 50 sen yang setara 1% dari sesi terakhir. Sedangkan harga minyak mentah berjangka Brent yang menjadi patokan Internasional menanjak naik 45 sen atau 0,7% menjadi USD61,63 per barel.

OPEC, bersama dengan beberapa produsen lain termasuk Rusia, memangkas produksi minyak sangat tajam pada Desember sebelum perjanjian baru untuk membatasi pasokan mulai berlaku pada 1 Januari. Hal ini menunjukkan bahwa produsen telah membuat awal yang kuat untuk mencegah banjir pasokan global pada tahun 2019 saat ekonomi yang melambat membatasi permintaan.



OPEC mengatakan dalam laporan bulanannya bahwa produksi minyaknya turun 751.000 barel per hari (bph) pada Desember menjadi 31,58 juta barel per hari, penurunan secara (month to month) yang terbesar dalam hampir dua tahun. Tetapi menahan dukungan terhadap harga, OPEC juga memangkas perkiraan permintaan rata-rata harian untuk minyak mentah pada 2019 menjadi 30,83 juta barel, turun 910.000 barel per hari dari rata-rata 2018.

Upaya OPEC untuk memperketat pasar minyak terganggu dengan lonjakan output minyak mentah dari Amerika Serikat, yang meningkat lebih dari 2 juta barel per hari pada tahun lalu menjadi 11,9 juta barel per hari yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Pasokan tetap menjadi tarik menarik antara peningkatan produksi serpih dan batas yang disepakati OPEC," kata Alfonso Esparza, analis pasar senior di pialang berjangka Oanda.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak