alexametrics

Rupiah Stabil Bikin BI Tahan Suku Bunga di Level 6%

loading...
Rupiah Stabil Bikin BI Tahan Suku Bunga di Level 6%
Ekonom menilai, apa yang dilakukan BI dengan menahan bunga acuan berkaitan dengan relatif stabilnya rupiah pada range Rp14.000-Rp14.100/USD sepanjang awal 2019. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Ekonom Indef Bhima Yudisthira menilai, apa yang dilakukan Bank Indonesia (BI) dengan menahan bunga acuan berkaitan dengan relatif stabilnya rupiah pada range Rp14.000-Rp14.100/USD sepanjang awal 2019. BI menurutnya tidak perlu naikan bunga karena arus modal asing relatif banyak masuk ke pasar domestik."Aliran inflow ini memperkuat rupiah secara temporer. Disisi yang lain, BI lebih baik menunggu langkah The Fed untuk naikan bunga acuan, mengingat tren bunga Fed rate yang naik tahun ini bisa kurang dari dua kali (dibawah prediksi)," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Jumat (18/1/2019).Seperti diketahui BI sebelumnya memutuskan untuk menahan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate di level 6%. Hal ini diputuskan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan yang digelar Kamis (17/1) kemarin.
Lebih lanjut terang dia, kebijakan menahan suku bunga sangat tepat dalam menguatkan fundamental ekonomi. Pasalnya, gejolak ekonomi global bisa mempengaruhi kondisi perekonomian Indonesia kapan saja. "So far langkah menahan bunga acuan ini sudah tepat untuk menjaga fundamental ekonomi,"'katanya.

Sebelumnya, BI menyatakan nilai tukar rupiah dalam tren menguat sehingga mendukung stabilitas harga. Optimisme ini didasarkan pada kurs rupiah pada Desember 2018, yang secara rata-rata menguat 1,16%. Karena itu, BI mengatakan tren penguatan rupiah berlanjut pada Januari 2019.

Ke depan, Bank Indonesia terus mencermati risiko ketidakpastian pasar keuangan global, dengan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya. Selanjutnya tetap mendorong berjalannya mekanisme pasar, dan mendukung upaya-upaya pengembangan pasar keuangan.

(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak