alexametrics

Jokowi: Sambungan Listrik Gratis Berlanjut di Seluruh Indonesia

loading...
Jokowi: Sambungan Listrik Gratis Berlanjut di Seluruh Indonesia
Presiden Joko Widodo saat meresmikan penyambungan listrik gratis di Cibatu, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2018). Foto/Nanang Wijayanto
A+ A-
GARUT - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa program sambungan listrik gratis akan terus dilanjutkan ke seluruh Indonesia. Program yang dijalankan melalui sinergi BUMN itu diyakini penting untuk meningkatkan rasio elektrifikasi nasional sekaligus meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak mampu.

"Hitungan kita itu ada 1,2 juta (kepala keluarga/KK) di seluruh provinsi di Indonesia. Ini akan terus kita sisir satu per satu," ucap Presiden saat meresmikan penyambungan listrik gratis di Cibatu, Garut, Jawa Barat, Jumat (18/1/2018).

Jokowi mengatakan, sepanjang 2018 sebanyak 100.970 KK tidak mampu di Jawa Barat telah diberikan sambungan listrik secara gratis. Menurut Presiden, saat ini terdapat sebanyak kurang lebih 200.000 KK di Jabar yang masih belum mendapatkan akses sambungan listrik dari PT PLN (persero).



Jokowi mengungkapkan, banyak masyarakat belum mendapatkan akses penyambungan listrik dari PLN kebanyakan karena tidak mampu membayar biaya instalasi penyambungan listrik. "Ini memang terkait pembayaran sambungan listrik itu yang mahal, khususnya bagi masyarakat kurang mampu. Karena memang biaya sambungan ini tidak murah. Dan itu sudah menjadi standarnya PLN kurang lebih Rp900.000," jelasnya.

Berdasarkan data PLN, sinergi melibatkan 34 BUMN dan satu anak perusahaan. Dalam pelaksanaan program ini, masyarakat mendapatkan penyambungan listrik secara gratis dengan daya 450 VA. Daya 450 VA tersebut cukup untuk menggunakan televisi, penanak nasi dan menyalakan lampu.

Untuk biaya, PLN dan asosiasi instalatir memberikan keringanan biaya pemyambungan dan pemasangan instalasi sebesar 50% sehingga biaya yang perlu dibayar oleh Sinergi BUMN hanya sebesar Rp500.000.

Berdasarkan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) terdapat 235.756 masyarakat tidak mampu di Jabar belum tersambung listrik PLN secara langsung. Melalui program Sinergi BUMN penyalaan listrik gratis tahap pertama di Jabar, sebanyak 130.248 KK dengan target tersambung 100.970 KK sepanjang 2018. Sebelumnya total masyarakat tidak mampu yang belum berlistrik se-Jabar 235.756 KK.

Target tahap awal ada di delapan kabupaten/kota yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Garut, Kabupaten Bandung, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Pangandaran.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir yang ikut hadir dalam acara peninjauan tersebut menjelaskan bahwa sebelumnya masyarakat tidak mampu ini menyambung dari tetangga untuk mendapatkan listrik.
Mereka harus membayar Rp40.000-Rp50.000 untuk lampu setiap bulan, atau terpaksa menggunakan penerangan lain seperti lampu teplok.

"Melalui listrik PLN langsung, mereka dapat melakukan banyak penghematan untuk pengeluaran perbulannya. Dan kami harapkan bantuan sambung listrik gratis ini juga bisa memberikan dampak positif bagi ekonomi warga," ujar Sofyan. Dia berharap dengan program ini akan semakin banyak masyarakat miskin yang kesejahteraannya membaik.

Sementara itu, Wiwik Rismiati (58) salah satu warga yang mendapatkan sambungan listrik gratis mengaku sangat terbantu dengan adanya program Sinergi BUMN. Sebelumnya warga Cibatu ini menyambung listrik dari saudaranya. "Lebih hemat banget, sekarang bayarnya per bulan cuma Rp20.000," tuturnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak