alexametrics

Bidik Pasar Asia, Indonesia Ekspor Bantalan Rel ke Filipina

loading...
Bidik Pasar Asia, Indonesia Ekspor Bantalan Rel ke Filipina
Proses pengangkutan bantalan rel di Majalengka, Jawa Barat. Foto/Ist
A+ A-
BANDUNG - Indonesia mulai mengekspor bantalan rel dengan penambat rel KA-clip ke Filipina sebanyak lima kontainer atau 345 set. Ekspor tersebut diharapkan semakin membuka pasar Indonesia di tingkat Asia.

Ekspor bantalan rel dilakukan hasil kerja sama PT Pindad (Persero), PT Inka Multi Solusi Trading (IMST), dan PT Wika Beton. Kendati demikian, produk tersebut akan menjalani uji lintasan, untuk kemudian digunakan di Manila bila memenuhi syarat.

Direktur Bisnis Produk Industrial Pindad Heru Puryanto mengatakan, bila seluruh proses uji berjalan dengan baik, proyek kerja sama Pindad, IMST dan Wika ini diharapkan dapat berkelanjutan. Sehingga produk Indonesia bisa mendukung peningkatan transportasi di sana.



"Mohon doanya, semoga produk-produk hasil sinergi BUMN ini bisa lolos uji track dan hasilnya memuaskan user. Potensi pasarnya untuk ekspor sangat besar di Filipina, selain itu potensi juga terbuka untuk Bangladesh Railway," ujar Heru, Rabu (23/1/2019).

Pindad, kata dia, mengirimkan sistem penambat rel KA-Clip yang merupakan patent anak bangsa. KA-Clip merupakan rel penambat hasil penelitian bersama antara Pindad dan PT KAI. KA-Clip telah terbukti kualitasnya karena telah digunakan oleh PT KAI di sepanjang rel di Indonesia.

KA-Clip telah mengalami berbagai tahapan uji dan proses yang panjang. Di antaranya uji tarik shoulder, uji torsi shoulder, uji angkat spring clip, uji rail pad, uji gaya longitudinal, uji beban berulang dan uji gaya lateral. Selain KA-Clip, Pindad juga telah memproduksi penambat rel lainnya seperti DE-Clip dan E-Clip. Kapasitas produksi sistem penambat rel di Pindad sendiri mencapai 1 juta per tahun.

Direktur Utama IMST I Gede Agus Prayatna mengatakan, program ini merupakan sasaran awal untuk mendapatkan peluang pekerjaan yang lebih besar. Proyek dibidik adalah jalur utama di Manila yang diperkirakan mencapai 300 hingga 400 km.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak