alexametrics

HIP BBN Februari: Biodiesel Rp7.015/Liter dan Bioetanol Rp10.235/Liter

loading...
HIP BBN Februari: Biodiesel Rp7.015/Liter dan Bioetanol Rp10.235/Liter
Pemerintah menetapkan HIP BBN Februari untuk biodiesel dan bioetanol masing-masing Rp7.015/liter dan Rp10.235/liter. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Pemerintah menetapkan besaran Harga Indeks Pasar Bahan Bakar Nabati (HIP BBN) untuk bulan Februari 2019, dimana untuk biodiesel sebesar Rp7.015/liter dan bioetanol Rp10.235/liter.

HIP BBN tersebut untuk dipergunakan dalam pelaksanaan mandatory B20 dan berlaku untuk pencampuran minyak solar baik jenis bahan bakar minyak (BBM) tertentu maupun jenis BBM umum.

"Ketetapan ini mulai efektif berlaku sejak 1 Februari 2019," ujar Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Agung Pribadi dalam keterangan resminya, Rabu (23/1/2019).



Agung menambahkan, HIP BBN Biodiesel untuk bulan Februari 2019 ini meningkat dari bulan sebelumnya dengan selisih sebesar Rp756/kilogram (kg). kenaikan ini lanjut Agung dipicu oleh naiknya harga rata-rata crude palm oil (CPO) Kharisma Pemasaran Bersama (KPB) periode 15 Desember 2018 hingga 14 Januari 2019 yang mencapai Rp6.628/kg.

Besaran harga HIP BBN untuk jenis Biodiesel tersebut dihitung menggunakan formula HIP = (Rata-rata CPO KPB + 100 USD/ton) x 870 Kg/m3 + Ongkos Angkut, sedangkan untuk jenis Bioethanol menggunakan formula HIP = (Rata-rata tetes tebu KPB periode 3 bulan x 4,125 Kg/L) + USD0,25/Liter sehingga didapatkan Rp10.235/liter untuk HIP BBN bulan Februari 2019.

"Besaran ongkos angkut pada formula perhitungan harga biodiesel mengikuti ketentuan dalam Keputusan Menteri ESDM No. 350 K/12/DJE/2018 dan konversi nilai kurs menggunakan referensi rata-rata kurs tengah Bank Indonesia periode 15 Desember 2018 s/d.14 Januari 2019," jelas Agung.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak