alexametrics

Margin Besar, REI Minta Perbankan Turunkan Bunga KPR

loading...
Margin Besar, REI Minta Perbankan Turunkan Bunga KPR
Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) meminta perbankan perlu menurunkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Real Estat Indonesia (DPP REI) meminta perbankan perlu menurunkan bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) meski BI-7 Days Reverse Repo Rate sudah naik hingga 6%. Alasannya karena sudah terlampau tinggi, sehingga memberatkan konsumen.

Sekretaris Jenderal DPP REI Paulus Totok Lusida mengatakan, margin perbankan di Indonesia terbilang besar dalam dua tahun terakhir. Selisih antara BI rate dan bunga KPR juga begitu lebar.

"Kenaikan belum perlu, spread margin BI rate ke bunga kredit besar. Dunia usaha perbankan paling untung dua tahun terakhir karena spread bunga besar," ujarnya di Jakarta, Kamis (24/1/2019).



Karena itu, Totok mengimbau pemerintah untuk melakukan diskusi dengan Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional atau Perbanas terkait bunga KPR. Diharapkan ada perubahan agar industri properti semakin bergairah.

"Kita minta BI diskusi dengan Perbanas karena margin luar biasa. Koreksi (penurunan) kan semua perlu, dikoreksi ketika BI rate 6%, nah kredit perbankan 12%-14%," katanya.

Menurutnya, jika dikurangi sedikit sajapun margin perbankan masih tinggi. Kendati demikian, paling penting yakni jangan ikut naik seperti BI rate. "Untung kotor perbankan berapa kalau bisa bertahan 10%-11%, spread-nya masih besar. Jangan tergesa-gesa naikkan suku bungalah, spread- nya masih besar untuk bank," pungkasnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak