alexametrics

Rini: Industri Pertahanan Butuh Dukungan Kemenhan

loading...
Rini: Industri Pertahanan Butuh Dukungan Kemenhan
Menteri BUMN Rini Soemarno meminta kerjasama dengan Kemenhan dalam meningkatkan industri pertahanan harus terus dijaga. Foto/Dok.Kementerian BUMN
A+ A-
BANDUNG - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Marini Soemarno, menyatakan industri pertahanan dalam negeri sangat butuh dukungan Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Dukungan itu bisa dilakukan dalam bentuk order produk atau lainnya.

"Kami industri pertahanan sangat butuh dukungan Kemenhan. Kalau kerjasama, kita bisa membangun industri pertahanan yang sangat kuat," kata Rini saat memberi sambutan pada penyerahan heli AKS kepada Kemenhan di Hangar PTDI, Bandung, Kamis (24/1/2019).

Dan dalam beberapa tahun terakhir, BUMN Industri Pertahanan berhasil membuat produk pertahanan yang mumpuni. Diantaranya PTDI, PT Pindad, PT PAL, Gahana, PT INTI, dan lainnya. Sebagain besar produk pertahanan BUMN diorder untuk kepentingan dalam negeri.



Lebih lanjut Rini menjelaskan, order terhadap industri pertahanan diharapkan tidak hanya dalam bentuk produk. Tetapi juga untuk perawatannya. Dia berharap, perawatan peralatan tempur tidak ke luar negeri. “Saya harap, perawatan juga. Karena biaya terbesar juga dari perawatan," tegas dia.

Pembelian 11 heli AKS kepada PTDI, kata dia, merupakan bentuk dukungan Kemenhan terhadap industri pertahanan dalam negeri. Oleh karenanya, bekerjasama dengan Kemenhan perlu dijaga dan dipertahankan.

"Saya harap, industri pertahanan bisa menghasilkan produk untuk kebutuhan dalam negeri dan negara lain. Saya yakin melihat kemampuan anak muda kita, tidak kalah dengan negara maju," beber Rini.

Menteri BUMN meminta, industri pertahanan terus berinovasi dan menghasilkan produk bermutu. Sehingga produk sama negeri bisa terus digunakan TNI. "Produk industri kita juga harus bisa menghadirkan rasa aman dan kepercayaan prajurit saat menggunakanya," timpal dia.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak