alexametrics

USD Melemah Karena Investor Beralih ke Pertemuan Kebijakan The Fed

loading...
USD Melemah Karena Investor Beralih ke Pertemuan Kebijakan The Fed
Dolar Amerika Serikat melemah terhadap euro dan poundsterling menjelang pertemuan kebijakan The Fed. Foto/Istimewa
A+ A-
WASHINGTON - Dolar Amerika Serikat ditutup melemah pada penutupan perdagangan Jumat waktu setempat, setelah berada di level tertinggi tiga pekan di sesi sebelumnya. Melemahnya USD seiring fokus investor ke pertemuan kebijakan Federal Reserve yang akan berlangsung minggu depan. Bank sentral AS diperkirakan tetap mempertahankan suku bunga.

"The Fed akan melakukan pertemuan minggu depan, dan kedengarannya mereka akan berhati-hati dalam mengambil keputusan. Harapan untuk menaikkan suku bunga sangat rendah, karena para pembuat kebijakan kedengarannya akan tetap mempertahankan suku bunga di tahun ini," ujar Joe Manimbo, analis senior pasar uang di Western Union Business Solutions di Washington.

Melansir dari Reuters, Sabtu (26/1/2019), indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,85% menjadi 95,78, setelah naik ke level tertinggi tiga pekan di angka 96,67 pada perdagangan Kamis.



Hasil ini membuat euro rebound, setelah sebelumnya Presiden Bank Sentral Eropa, Mario Draghi, gagal mengubah penilaian yang suram terhadap ekonomi Uni Eropa. Dengan melemahnya USD, euro pulih 0,95% menjadi USD1,1412, setelah pada Kamis lalu jatuh ke level terendah dua bulan di angka USD1,1286.

Dolar AS sepanjang tahun lalu menguat berkat kenaikan suku bunga The Fed sebanyak empat kali. Dan kali ini, pasar berharap The Fed menaikkan biaya pinjaman dua kali di tahun 2019 untuk menopang USD. Hanya saja, para pejabat bank sentral meminta mereka untuk bersabar soal kenaikan suku bunga.

Sementara itu, poundsterling Inggris mencapai level tertinggi 11 minggu, setelah laporan surat kabar The Sun bahwa Partai Uni Demokratik Irlandia Utara menawarkan dukungan bersyarat kepada Perdana Menteri Inggris, Theresa May, untuk kesepakatan Brexit pada pekan depan.

Laporan itu mendorong poundsterling naik 0,4% ke level USD1,3139, menjadi level tertinggi sejak 9 November 2018. Sterling Inggris telah naik sekira 1,8% pada pekan ini, bergerak di atas USD1,30, seiring harapan Inggris melakukan kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa pada 29 Maret mendatang.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak