alexametrics

IHSG Masih Cenderung Menguat, Waspadai Potensi Ambil Untung

loading...
IHSG Masih Cenderung Menguat, Waspadai Potensi Ambil Untung
IHSG di awal pekan ini diperkirakan masih akan menguat, meski dibayangi potensi aksi ambil untung. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Analis Reliance Sekuritas Lanjar Nafi memperkirakan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini akan mengawali pekan dengan pergerakan terkonsolidasi positif. IHSG menurutnya mencoba break out resistance dengan kisaran 6.460-6.510.

Lanjar menjelaskan, secara teknikal IHSG kuat di atas support moving average 5 hari dan berpotensi besar menguji level resistance 6.500. "Meskipun demikian indikator stochastic terlihat terkonsolidasi pada area overbought dengan momentum RSI yang menjenuh akan memberikan signal negatif bagi trader untuk mulai merealisasikan keuntungannya," ujarnya di Jakarta, Senin (28/1/2019).

Hal senada dikatakan analis PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya. Dia memperkirakan laju IHSG pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran level 6.318-6.542. "IHSG masih menunjukkan pola penguatan yang terlihat masih akan berlanjut," ujarnya.



Menurut William, penguatan tersebut tentunya ditopang oleh beberapa faktor, di antaranya capital inflow yang masih terus berlangsung secara year to date.

Sementara, IHSG akhir pekan lalu ditutup menguat 16,19 poin kelevel 6.482,84 degangan sektor konsumer dan properti memimpin penguatan secara kontribusi ke IHSG.

"Saham GGRM dan BSDE menjadi penopang penguatan kedua sektor tersebut. GGRM secara fundamental mempunyai estimasi pertumbuhan penjualan terbesar dari perusahaan sejenis sebesar 10,4% CAGR 3 tahun berbanding 5,6%," kata Lanjar. Saham-saham yang masih dapat diperhatikan menurutnya diantaranya INKP, WSBP, BBNI, TLKM, INCO dan WIKA.

Adapun sejumlah saham yang direkomendasikan William mpada perdagangan hari ini yakni SMRA, PWON, ASRI, TOTL, JSMR, HMSP, UNVR, GGRM dan BBCA.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak