alexametrics

IHSG Awal Pekan Ditutup Melemah Iringi Kejatuhan Bursa Utama Asia

loading...
IHSG Awal Pekan Ditutup Melemah Iringi Kejatuhan Bursa Utama Asia
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (28/1/2019) berakhir menyusut saat bursa utama Asia berjatuhan. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan awal pekan, Senin (28/1/2019) berakhir menyusut setelah sesi perdagangan variatif sepanjang hari ini. Hingga perdagangan sore, IHSG ditutup melemah 0.37% atau 24.13 poin menjadi 6.458,71

Bursa saham Tanah Air pada perdagangan sesi I siang tadi tercatat berbalik memerah usai kehilangan 8,88 atau setara dengan minus 0,14% menjadi 6.473,96 sedangkan pada pagi tadi membaik dengan tambahan 2,320 poin menjadi 6.485,16 dibandingkan penutupan Jumat (25/1) di posisi 6.482,84.

Sektor saham dalam negeri hingga perdagangan sore hampir semuanya berada di zona merah dipimpin kejatuhan terdalam sektor infrastruktur sebesar 2.00% diikuti industri property yang ambruk 1,87%. Di sisi lain sektor dengan kenaikan tertinggi terjadi pada pertanian 1,64%.



Adapun nilai transaksi pada bursa Indonesia sore ini tercatat sebesar Rp9,99 triliun dengan 13,25 miliar saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing minus Rp661,58 miliar dengan aksi jual asing sebesar Rp3,45 triliun dan aksi beli asing mencapai Rp2,79 triliun. Tercatat sebesar 182 saham menguat, 251 melemah dan 154 stagnan.

Beberapa saham yang menguat di antaranya PT Map Aktif Adiperkasa Tbk. (MAPA) naik Rp310 menjadi Rp4.300, PT Waran Seri I Barito Pacific Tbk. (BRPT-W) bertambah Rp140 menjadi Rp640 dan PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) melonjak Rp50 ke posisi Rp84.700.

Sementara, beberapa saham dengan pelemahan yakni PT Astra International Tbk. (ASII) turun Rp50 di level Rp8.375, PT Asahimas Flat Glass Tbk. (AMFG) merosot Rp50 menjadi Rp4.550 serta PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) berkurang Rp40 menjadi Rp1.130.

Di sisi lain seperti dilansir CNBC, pasar saham utama Asia ditutup lebih rendah pada perdagangan awal pekan setelah sesi perdagangan yang bergejolak. Lantaran investor menunggu putaran baru pembicaraan perdagangan tingkat tinggi antara Amerika Serikat (AS) dan China yang bakal dimulai akhir pekan ini.

Daratan China masih menjadi perhatian utama para pelaku pasar terpantau Komposit Shanghai merosot sekitar 0,18% untuk berakhir pada level 2.596,98 serta mengiringi tergelincirnya Komposit Shenzhen mencapai 0,377% untuk menyentuh level 1.314,99. Sementara indeks Hang Seng bergerak mendatar hingga sesi Senin sore, untuk berada di posisi 27.576,96 dengan dorongan tipis 0,03%.

Selanjutnya pelemahan juga terlihat pada indeks Nikkei Jepang lewat penyusutan sebesar 0,60% untuk berakhir pada level 20.649 ketika Topix turun 0,68% untuk mengakhiri perdagangan pada level 1.555,51. Saham konglomerat Jepang Softbank Group turun lebih dari 1,17% hingga menyerat pasar saham ke zona merah untuk mengawali pekan ini dengan raihan negatif.

Indeks Kospi di Korea Selatan juga mengalami tekanan usai kehilangan 0,02% yang setara minus 0,43% menjadi 2.177,30. Meski begitu saham Samsung Electronics naik 0,67% saat saham teknologi lainnya berjuang agar bangkit untuk mencetak kenaikan. Produsen chip SK Hynix menyusut hingga 3,75%, LG Electronics jatuh sebesar 2,59% dan Samsung SDI merosot 0,22%.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak