alexametrics

IHSG Rebound, Pasar Asia Turun Karena Perlambatan Ekonomi China

loading...
IHSG Rebound, Pasar Asia Turun Karena Perlambatan Ekonomi China
Dibuka melemah, IHSG berbalik rebound ke 6.473,20. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik menguat setelah dibuka melemah pada perdagangan Selasa (29/1/2019). Pada pukul 09.32 WIB, IHSG berbalik rebound 14,48 poin alias 0,22% ke level 6.473,20.

Sebelumnya, di awal perdagangan, IHSG dibuka melemah 7,9 poin atau 0,07% ke level 6.450,81. Pada Senin kemarin, IHSG ditutup melemah 0.37% atau 24.13 poin menjadi 6.458,71, dengan sektor properti dan infrastruktur menjadi pemimpin pelemahan.

Tujuh dari 10 indeks sektoral menguat sehingga menopang indeks untuk rebound, dengan konsumer +0,50%, perkebunan +0,47%, berbanding dengan industri dasar -0,46%.



Dari 433 saham, 166 menguat, 139 tetap, dan 128 tertekan. Nilai transaksi saham mencapai Rp1,83 triliun dari 2,09 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing sebesar Rp5,22 miliar, dengan aksi beli asing Rp730,74 miliar berbanding aksi jual asing Rp725,52 miliar.

Sementara itu, pasar saham Asia Pasifik melanjutkan pelemahan pada Selasa ini, ditengah kekhawatiran baru atas perlambatan ekonomi China. Melansir dari CNBC, pasar saham China tergelincir, dengan Shanghai turun 1,13%, Shenzhen merosot 1,7%, dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,75%.

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1% dan Topix berkurang 0,72%, disebabkan saham perusahaan konglomerat Jepang, Softbank Group turun hampir 1%. Kospi Korea Selatan melemah 0,5% disebabkan lemahnya saham Samsung Electronics sebesar 1%.

ASX 200 Australia juga tergelincir 0,55%, disebabkan oleh tertekannya saham keuangan besar sebanyak 1,68%. Empat bank besar Australia mengalami kerugian, yaitu ANZ (Australia and New Zealand) Bank turun 2%, Commonwealth Bank of Australia tergelincir 1,25%, Westpac merosot 2,4%, dan National Australia Bank berkurang hampir 2%.
(ven)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak