alexametrics

Gubernur BI: Dampak Penyesuaian Suku Bunga Butuh 1,5 Tahun

loading...
Gubernur BI: Dampak Penyesuaian Suku Bunga Butuh 1,5 Tahun
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dampak penyesuaian suku bunga acuan terhadap perekonomian setidaknya membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Sepanjang tahun 2018, Bank Indonesia (BI) telah menaikan suku bunga acuan atau BI 7 – Day Reverse Repo Rate sebanyak enam kali. Dari Mei hingga Desember, suku bunga acuan naik 175 bps dari 4,50% menjadi 6,00%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, dampak penyesuaian suku bunga acuan terhadap perekonomian setidaknya membutuhkan waktu selama enam kuartal atau sekitar 1,5 tahun. Hal ini berdasarkan Kebijakan suku bunga acuan ini dilakukan melalui pendekatan pre-emptive untuk menyikapi perkembangan ekonomi global.

" Dengan kebijakan-kebijakan dengan preempetive dan fwd looking, suku bunga acuan BI udah hampir mencapai puncaknya dan itu akan review di RDG bulanan yang akan datang. Dampak kenaikan suku bunga ke inflasi serta ekonomi memerlukan jangka waktu enam kuartal atau 1,5 tahun," ujar Perry Warjiyo di Jakarta, Selasa (29/1/2019).



Sambung dia, arus modal yang meningkat mendorong stabilitas pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Tentunya rupiah yang bergerak stabil dan cenderung menguat akan menjaga fundamental ekonomi semakin kuat.

"Arus modal asing itu, investasi portofolio, baik itu di SBN, saham itu terus naik. Bahkan di tahun ini terus berlangsung dan mendukung salah satu stabilitas dari sisi nilai tukar," tandasnya.

Perry menambahkan, alasan kenaikan suku bunga acuan yang agresif dilakukan BI agar mendorong penurunan defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD), serta memberikan imbal hasil yang baik bagi instrumen keuangan negara.

"Sebagai bauran kebijakan pada naikkan subung, kita kendorkan likuiditas. Makanya, kita kendorkan likuiditas. Tahun lalu likuiditas cukup, November kendorkan aturan-aturan likuditasnya," jelasnya.
(akr)
preload video
loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak