alexametrics

QNET Indonesia Distribusikan Bantuan untuk Korban Tsunami

loading...
QNET Indonesia Distribusikan Bantuan untuk Korban Tsunami
QNET Indonesia distribusikan bantuan untuk korban tsunami. Foto/Dok.QNET Indonesia
A+ A-
JAKARTA - Perusahaan penjualan langsung QNET memberikan bantuan darurat berupa peralatan tidur, bahan pokok, vitamin, dan dan obat-obatan. Bantuan ini diharapkan dapat membantu para korban tsunami yang kehilangan rumahnya karena membutuhkan bahan-bahan pokok untuk keadaan darurat dengan segera.

"Bantuan QNET ini merupakan perwujudan filosofi yang diusung QNET, Raise Yourself To Help Mankind (RHYTHM) yang peduli, membantu dan meringankan beban sesama serta berkomitmen mensejahterakan sesama," tegas General Manager QNET Indonesia, Ganang Rindarko dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/1/2019).

Ketua Komite RHYTHM Foundation QNET Indonesia, Hena Daryadi, mengatakan bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darurat korban bencana tsunami. Kondisi darurat ini ditanggapi QNET dengan cepat untuk meringankan beban para korban bencana tsunami.



"Kegiatan ini juga merupakan bagian dari kegiatan SSR (Staff Social Responsibility) QNET Indonesia dimana karyawan-karyawan QNET Indonesia juga mempunyai kepedulian dalam membantu dan memberikan sumbangan materi dan motivasi kepada para korban tsunami," tegas Hena.

QNET merupakan salah satu perusahaan penjualan langsung terkemuka di Asia yang menawarkan berbagai macam produk kesehatan, kebugaran, dan gaya hidup yang memungkinkan orang untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.

Model bisnis QNET telah membantu memberdayakan jutaan wirausaha di lebih dari 100 negara di seluruh dunia. QNET berkantor pusat di Hong Kong dan telah hadir di lebih dari 25 negara di seluruh dunia melalui anak perusahaan, kantor cabang, kemitraan agen, dan pemegang waralaba.

Di Indonesia, QNET memiliki 3 kantor perwakilan yang berlokasi di Jakarta, Surabaya, dan Bali. QNET merupakan mitra bisnis dari Asosiasi Penjualan Langsung Malaysia, Singapura, Filipina, Indonesia, dan Uni Emirat Arab, serta Asosiasi Makanan Kesehatan Hong Kong dan Asosiasi Industri Suplemen Kesehatan Industri Singapura.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak