alexametrics

Sanksi AS ke Venezuela Tahan Penurunan Harga Minyak

loading...
Sanksi AS ke Venezuela Tahan Penurunan Harga Minyak
Harga minyak dunia relatif stabil pada perdagangan hari ini berkat kekhawatiran gangguan pasokan dari Venezuela. Foto/Ilustrasi
A+ A-
SINGAPURA - Harga minyak pada perdagangan hari ini stabil, meski dibayangi oleh redupnya prospek ekonomi global. Adanya kekhawatiran atas gangguan pasokan akibat sanksi Amerika Serikat (AS) terhadap ekspor minyak Venezuela membuat harga minyak tak merosot lebih dalam.

Minyak mentah berjangka Texas West Intermediate (WTI) AS tercatat berada di USD53,28 per barel, USD3 sen di bawah harga terakhirnya. Sementara minyak mentah berjangka internasional Brent naik 1% di atas harga penutupan terakhirnya ke USD61,33 per barel.

Washington pada Senin (28/1) lalu mengumumkan sanksi ekspor terhadap perusahaan minyak milik negara Venezuela PDVSA dan membatasi transaksi antara perusahaan-perusahaan AS yang melakukan bisnis dengan Venezuela melalui pembelian minyak mentah dan penjualan produk-produk olahan.



Sanksi tersebut bertujuan untuk membekukan hasil penjualan dari ekspor PDVSA sekitar 500.000 barel per hari (bph) minyak mentah ke Negeri Paman Sam tersebut. Langkah itu sempat mendorong harga minyak pada awal pekan ini.

"Volume ekspor (Venezuela) tidak akan dihilangkan dari pasar, tetapi dialihkan ke negara lain," kata Paola Rodriguez-Masiu, seorang analis di konsultan Rystad Energy yang dikutip Reuters, Rabu (30/1/2019).

Dengan keluarnya AS sebagai pelanggan minyak Venezuela, dia menambahkan, maka China dan India yang akan mengambil pasokan minyak ini dengan diskon besar.

Analis lain menilai pelemahan ekonomi global menjadi penangkal kekhawatiran di sisi penawaran, sehingga pembatasan pasokan secara sukarela oleh Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), belum mampu menopang harga.

"Krisis politik Venezuela serta janji Saudi untuk menurunkan produksi lebih lanjut seharusnya mendorong naik harga minyak mentah, tetapi meningkatnya kekhawatiran tentang pertumbuhan global, terutama China, justru menarik ke arah yang berlawanan," kata Ole Hansen, kepala strategi komoditas di Saxo Bank, Denmark.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak