alexametrics

Gubernur BI: Suku Bunga Acuan Sudah Paling Puncak

loading...
Gubernur BI: Suku Bunga Acuan Sudah Paling Puncak
BI menyatakan bahwa tingkat suku bunga acuan saat ini sudah berada di puncaknya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Sepanjang tahun 2018, Bank Indonesia (BI) telah menaikkan suku bunga acuan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate sebanyak enam kali. Dari Mei hingga saat ini suku bunga acuan telah naik 175 basis poin (bps) menjadi 6%.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan, suku bunga acuan saat ini berada di puncaknya. Hal ini membuat BI belum berencana untuk mengubah 7 Day Reverse Repo Rate. Dia menilai bunga acuan saat ini sudah cukup untuk menghadapi kenaikan Fed Fund Rate yang akan terjadi di 2019.

"Suku bunga kita yang paling puncak, jadi ketika kami menaikkan suku bunga, kami juga memperhatikan (rencana) kenaikan Fed Fund Rate ini yang di tahun 2019. Saat meningkatkan suku bunga karena sisi eksternal di sisi lain kita juga harus mengakomodir likuiditas," ujar Perry di Jakarta, Kamis (30/1/2019).



Dia mengatakan, kenaikan suku bunga yang dilakukan Bank Indonesia adalah untuk menjaga likuditas keuangan agar kenaikan suku bunga AS tidak berdampak pada perbankan di Indonesia.

"Kita menjaga likuiditas domestik, terutama bank-bank yang tidak ketat. Pokoknya likuiditas kita cukup dan tahun lalu kita sudah longgarkan dan ini cukup (bagi bank) memberikan pinjaman," katanya.

Lebih lanjut, Perry mengatakan bahwa ekonomi Indonesia diproyeksikan bisa tumbuh dalam rentang 5-5,4% pada tahun 2019. Angka ini lebih baik dibandingkan 2018 lalu yang diproyeksikan hanya mencapai 5,1%. "Agregasi pertumbuhan ekonomi kebanyakan datang dari permintaan domestik. Konsumsi rumah tangga 5,2 % itu sangat baik," jelasnya.
(fjo)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak