alexametrics

Rupiah Perkasa Jadi Rp13.970/USD di Akhir Sesi, Dolar Tertekan

loading...
Rupiah Perkasa Jadi Rp13.970/USD di Akhir Sesi, Dolar Tertekan
Keperkasaan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali terlihat pada akhir perdagangan, Kamis (31/1/2019) untuk menyentuh level Rp13.970/USD saat dolar menyusut. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Keperkasaan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) kembali terlihat pada akhir perdagangan, Kamis (31/1/2019) untuk menyentuh level Rp13.970/USD setelah kemarin sempat anjlok sangat dalam. Kebangkitan mata uang Garuda mengiringi pelemahan dolar untuk mengangkat euro dan poundsterling menjadi lebih tinggi.

Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah melesat hingga Rp13.970/USD atau jauh lebih baik dari sebelumnya Rp14.126/USD. Pergerakan harian rupiah menutup bulan Januari 2019 berada pada posisi Rp13.955 hingga Rp14.130/USD.

Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga meningkat ke level Rp13.972/USD dibandingkan sesi tengah pekan kemarin Rp14.131/USD. Rupiah hari ini bergerak di kisaran Rp13.967-Rp14.079/USD.



Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah berbalik pulih hingga bertengger pada posisi Rp13.972/USD atau melesat membaik dari sebelumnya yang mengalami tekanan cukup besar. Tercatat pada penutupan kemarin, kurs rupiah merosot hingga Rp14.131/USD.

Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah pada akhir bulan menanjak menjadi Rp14.072/USD untuk menyambut bulan kedua di awal tahun 2019 dengan positif. Posisi ini memperlihatkan rupiah masih fluktuatif usai kemarin sempat anjlok Rp14.112/USD.

Sementara itu seperti dilansir Reuters, Dolar melemah pada hari Kamis setelah Federal Reserve berjanji untuk bersabar terkait kenaikan lebih lanjut suku bunga acuan AS alias Fed rate. Langkah penahanan oleh The Fed mengangkat euro, poundsterling serta dolar Australia.

The Fed menjaga suku bunga tidak berubah seperti yang diperkirakan para pelaku pasar, serta mengabaikan janjinya tentang "kenaikan bertahap lebih lanjut" dalam suku bunga. Dolar jatuh ke level terendah tiga minggu terhadap mata uang utama lainnya dan imbal hasil Treasury AS turun setelah The Fed mengubah nada kebijakan mereka.

Penurunan dolar menguntungkan euro saat kekhawatiran tentang melemahnya pertumbuhan di zona euro masih membayangi. Terpantau euro naik 0,2% ke level tertinggi tiga minggu di 1,1504 terhadap dolar.

Indeks dolar, yang melacak nilainya terhadap enam mata uang utama lainnya, turun sekitar 0,2% ke level terendah tiga minggu di 95,16. Sedangkan Dolar Australia bertambah 0,3% menjadi 0,7277 saat melawan USD usai menguat 1,3% pada hari Rabu, untuk menjadi kenaikan persentase terbesar sejak 4 Januari.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak