alexametrics

Kenaikan Harga Makanan Menjadi Penyumbang Inflasi Terbesar

loading...
Kenaikan Harga Makanan Menjadi Penyumbang Inflasi Terbesar
Kepala BPS Suhariyanto. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A+ A-
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi periode Januari 2019 sebesar 0,32%. Kepala BPS, Suhariyanto, menerangkan kenaikan harga makanan masih menjadi penyumbang inflasi terbesar, yaitu sebanyak 0,92%.

"Menurut kelompok pengeluaran, inflasi umum 0,32%, tertinggi di komoditas bahan makanan 0,92%. Untuk kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,27%," terangnya di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (1/2/2019).

Pria yang akrab disapa Kecuk ini, menjelaskan, untuk komoditas bahan makanan, utamanya disebabkan oleh kenaikan harga ikan dan beras. Sumbangan inflasi paling tinggi dari ikan segar 0,06%, beras 0,04%, tomat 0,03%, bawang merah 0,02%, dan lainnya kecil-kecil 0,01%.



Ia menjelaskan, faktor cuaca dan musim hujan yang membuat harga ikan menjadi berbeda. Hanya saja untuk beras, menurutnya, pengaruhnya tidak besar dan harga tiket pesawat yang kemarin naik.

Untuk itu, Kecuk menandaskan, BPS terus memberikan perhatian khusus terhadap kenaikan komoditas yang menjadi penyumbang inflasi. Namun, ada juga beberapa komoditas bahan makanan yang menyumbang deflasi.

"Kita perlu memberi perhatian pada volatile food, itu sumber utama inflasi kita. Kita perlu memberi perhatian terhadap kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif. Semoga enggak ada kebijakan mengagetkan sehingga tidak terjadi volatile price," katanya.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak