alexametrics

Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Berada di Rp13.947/USD

loading...
Rupiah Jadi Mata Uang Terkuat di Asia, Berada di Rp13.947/USD
Rupiah pada hari ini ditutup menguat. Foto/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) terus menunjukkan keperkasaannya pada perdagangan di pasar spot, Jumat (1/2/2019). Data Yahoo Finance mencatat rupiah pada petang ini, menguat 30 poin atau 0,21% ke level Rp13.940 per USD.

Dan sepanjang Jumat ini, mata uang kecintaan kita, diperdagangkan di level Rp13.935-Rp14.069 per USD. Sebelumnya di Kamis lalu, rupiah berada di level Rp13.970 per USD.

Kedigdayaan rupiah pada akhir pekan ini juga tercatat di data Bloomberg. Rupiah melibas USD sebesar 25 poin atau 0,18% menjadi Rp13.947 per USD, berbanding penutupan Kamis kemarin di Rp13.972 per USD. Hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.945-Rp13.985 per USD.



Hasil ini membuat rupiah menjadi mata uang terkuat di Asia pada akhir pekan ini. Mata uang Asia lainnya rontok melawan greenback, dimana yuan China tergerus 0,59% menjadi 6,73 per USD, won Korea Selatan jatuh 0,57% ke level 1.119 per USD, rupee India melemah 0,25% ke level 71,26 per USD, dolar Singapura kalah 0,21% menjadi 1,3484 per USD, baht Thailand terdepresiasi 0,17% ke level 31,28 per USD.

Melemahnya dolar AS seiring dengan membaiknya pembicaraan kesepakatan dagang antara Amerika dengan China. Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis kemarin, bahwa ia akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk mencoba melakukan kesepakatan perdagangan yang komprehensif.

Analis mengatakan kesepakatan perdagangan yang komprehensif antara dua ekonomi terbesar dunia, kemungkinan besar akan meningkatkan mata uang aset berisiko seperti euro, dan melemahkan safe haven aset seperti dolar. Dan mengutip CNBC, Jumat (1/2/2019), indeks USD melawan enam mata uang utama, nyaris stagnan di level 95,591.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak