alexametrics

Bank BTPN Resmi Beroperasi Pasca Merger dengan SMBCI

loading...
Bank BTPN Resmi Beroperasi Pasca Merger dengan SMBCI
PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) resmi beroperasi sebagai bank baru hasil penggabungan usaha (merger) antara PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan SMBCI. Foto/Ilustrasi, SINDO Photo
A+ A-
JAKARTA - PT Bank BTPN Tbk (Bank BTPN) resmi beroperasi sebagai bank baru hasil penggabungan usaha (merger) antara PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) dengan PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia (SMBCI). Pasca merger, BTPN mengusung visi baru menjadi bank pilihan utama di Indonesia yang dapat memberikan perubahan berarti dalam kehidupan jutaan orang, dengan dukungan teknologi digital.

"Bank hasil merger merupakan perpaduan yang ideal antara BTPN yang fokus pada mass market dan UMKM. Sedangkan SMBCI yang fokus pada korporasi. Kedua bank memiliki segmen dan model bisnis berbeda tapi saling melengkapi," kata Direktur Utama Bank BTPN Ongki Wanadjati Dana saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (1/2/2019).

BTPN sendiri akan menjadi suatu bank universal yang memiliki bisnis lengkap dan melayani nasabah lebih luas dari mass market hingga korporasi. Sambung Ongki memaparkan, merger diyakini dapat memberikan dampak positif bukan hanya perusahaan tapi pada perekonomian nasional dengan melahirkan bank lebih besar dan lebih kuat.



Selain itu, bank BTPN hasil merger akan fokus mengembangkan bisnis utama BTPN dan SMBCI sebelumya. "Dengan modal yang lebih besar bisnis korporasi BTPN akan memiliki kemampuan pembiayaan yang lebih besar. BTPN juga bisa melakukan penjualan silang dan usaha kecil menengah untuk kebutuhan nasabah korporasi," jelas dia.

Ada tiga strategi utama yang menjadi fokus Bank BTPN paska merger. Pertama, memastikan proses integrasi dan sinergi kedua bank berjalan lancar. Kedua, fokus dalam mengembangkan bisnis utama yang telah dimiliki kedua bank sebelumnya.

“Kita akan terus mengembangkan bisnis pensiunan, bisnis usaha mikro, kecil, dan menengah, bisnis pendanaan, perbankan digital melalui BTPN Wow! dan Jenius, serta bisnis korporasi yang sebelumnya dimiliki SMBCI,” jelas Ongki.

Ketiga, di bidang perbankan digital, BPTN menegaskan akan tetap konsisten melanjutkan inovasi dan transformasi. Salah satunya dengan memperbesar skala model bisnis BTPN Wow! dan Jenius sebagai platform utama untuk menjaring nasabah yang lebih luas. Sementara itu, transformasi dilakukan dengan digitalisasi pada bisnis pensiun, mikro, kecil dan menengah untuk meningkatkan produktivitas yang lebih kompetitif.

Presiden Komisaris BTPN Mari Elka Pangestu menuturkan, Bank BTPN memiliki kemampuan dan peluang memberikan pembiayaan pada industri yang lebih luas, serta pelayanan lebih baik yang kontribusi pada perekonomian nasional. "Kita mempunyai kesempatan sebagai bank untuk bisa melayani end to end dari segi produk dan segmen pasar dari lokal sampai dengan global," ujar dia.

Di sisi lain, perseroan juga menargetkan menjadi Bank Umum Kelompok Usaha (BUKU) 4 atau bermodal Rp30 triliun lebih pada 2021 mendatang. Menurutnya, jumlah modal inti perusahaan usai merger dengan SMBC sebesar Rp25 triliun. "Nah kami berharap dan memperkirakan jika kita tumbuh organik saja dari laba yang ditahan kemungkinan besar tahun 2021 kita bisa mencapai tingkat modal buku 4 tersebut," ungkapnya.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak