alexametrics

Menhub Evaluasi Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Warnasari

loading...
Menhub Evaluasi Kelanjutan Pembangunan Pelabuhan Warnasari
Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bakal terus support supaya Cilegon dan sekitarnya memiliki akses untuk peningkatan logistik secara lebih baik. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan membantu Pemerintah Kota Cilegon untuk membahas kelanjutan pembangunan Pelabuhan Warnasari yang masih dalam proses pembangunan. Pembangunan Pelabuhan Warnasari merupakan salah satu bentuk dukungan Kementerian Perhubungan agar daerah Cilegon Banten dan sekitarnya memiliki akses yang baik untuk pendistribusian logistik.

"Pada dasarnya kita mendukung pembangunan Pelabuhan Warnasari. Pak Walikota ingin berjumpa dengan saya, jadi nanti saya akan lakukan evaluasi apa yang harus dilakukan untuk mempercepat pembangunannya," ujar Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi di Jakarta, Senin (4/2/2019).

Lebih lanjut Menhub menegaskan bakal terus support supaya Cilegon dan sekitarnya memiliki akses untuk peningkatan logistik secara lebih baik. Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pelabuhan Cilegon Mandiri (PCM) membangun Pelabuhan Warnasari, di kawasan industri Krakatau Steel.



Sebelumnya Menhub mengatakan bahwa pembangunan pelabuhan ini sebaiknya kerja sama dengan pihak swasta yaitu dengan PT Pelindo II, dan Bosowa. Lebih lanjut diterangkan olehnya bahwa pada tahun 2019 pemerintah tidak hanya memiliki target untuk membangun lebih banyak pelabuhan.

Tetapi juga membangun simpul transportasi lainnnya seperti bandar udara dan kereta api lewat memanfaatkan kerja sama dengan pihak swasta. "Target kita banyak sekali. Infrastruktur tidak boleh redup. Kita akan membangun 10 bandara lagi, rel kereta api, pelabuhan, dan lainnya," tuturnya.

Pembangunan ini akan dilakukan secara lebih matang dengan melibatkan pihak swasta baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Kerja sama dengan pihak swasta akan dilakukan secara konsesi, khususnya untuk pembangunan infrastruktur transportasi yang berada di kota besar. Sehingga APBN dapat difokuskan untuk membangun proyek transportasi di daerah.

"Secara lebih matang, kita harus melibatkan pihak swasta baik dalam dan luar negeri. Tentu dikerjasamakan secara konsesi supaya APBN tidak digunakan untuk pelabuhan di kota, tetapi kita gunakan untuk membangun di daerah seperti bandara di Miangas dan Papua," tutup Menhub.
(akr)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Facebook
  • Disqus
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak