alexametrics

Dolar AS Semakin Cemerlang, Rupiah Tumbang ke Rp13.972

loading...
Dolar AS Semakin Cemerlang, Rupiah Tumbang ke Rp13.972
Rupiah pada hari ini ditutup melemah. Foto/Istimewa
A+ A-
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan di pasar spot, Kamis (7/2/2019) ditutup berbalik ke zona merah. Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah jatuh 53 poin atau 0,38% ke level Rp13.970 per USD, berbanding penutupan Rabu di Rp13.917 per USD. Hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp13.925-Rp13.985 per USD.

Indeks Bloomberg mencatat mata uang NKRI tergerus 52 poin alias 0,38% ke posisi Rp13.972 per USD pada Kamis ini. Rabu kemarin, rupiah ditutup menguat di level Rp13.920 per USD. Kamis ini, rupiah diperdagangkan di level Rp13.930-Rp13.979 per USD.

Hasil ini membuat rupiah dan won Korea Selatan, pada hari ini menjadi mata uang yang berkinerja buruk di pasar Asia. Won Korea Selatan melemah 0,35% menjadi 1.124 won per USD. Dolar Taiwan jatuh 0,11% ke level 30,811. Yuan China turun tipis 0,04% ke posisi 6,7451.



Melansir dari Reuters, Kamis (7/2/2019), nilai dolar semakin cemerlang setelah bank sentral Australia mengumumkan data yang dovish soal suku bunga, kesepakatan Brexit yang masih belum jelas, dan melemahnya perekonomian Jerman, negara ekonomi terkuat di Uni Eropa.

Data menunjukkan perekonomian Jerman melambat pada Desember kemarin. Industri Jerman mengalami kemerosotan selama empat bulan beruntun. Membuat kekhawatiran tentang kemerosotan ekonomi yang lebih luas di Eropa.

Hasil ini membuat euro turun 0,2% ke level USD1,1346, level terendah dua minggu. Poundsterling Inggris jatuh ke level USD1,29 untuk pertama kalinya dalam waktu lebih dari dua minggu.

Ketidakpastian global membuat USD kembali jadi pilihan. Mengutip dari CNBC, Kamis (7/2), indeks USD yang mengukur kinerja greenback melawan enam mata uang utama, naik ke level 96,421, setelah sebelumnya berada di sekitar 96,0.
(ven)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak